Pelaksanaan UTBK di Universitas Airlangga Surabaya

Suasana UTBK 2020. SP/BYT

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ujian Tertulis Berbasis komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Penerimaan Mahasiswa Baru (SBMPTN) 2020 hari pertama di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjalankan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Dari pantauan Tim Surabaya Pagi, para peserta yang hadir diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti UTBK di lingkungan Universitas Unair Surabaya.

Sebanyak 1700 peserta pada setiap sesi yang hadir tampak menggenakan masker, face Shield, hingga sarung tangan. Hal tersebut juga berlaku kepada para pengawas.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengatur UTBK SBMPTN 2020, setiap harinya ada melaksanakan UTBK dengan dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 sampai 11.15 Wib dan sesi kedua pada pukul 14.00 sampai 16.15 Wib.

UTBK SBMPTN 2020 juga terdapat dua gelombang, pada gelombang 1 diadakan mulai hari ini hingga sepuluh hari ke depan atau 5 hingga 14 Juli 2020. Sedangkan gelombang dua pada 20-29 Juli 2020. Selain itu, LTMPT juga menyediakan gelombang cadangan pada 29 Juli-2 Agustus 2020.

IMG_20200705_082335
Ruangan transit peserta UTBK.


Penanggung jawab lokasi UTBK, Dwi Setiawan menyampaikan bahwa harus sesuai dengan protokol supaya timbul kerumunan atau bergerombol. Hal ini juga telah di antisipasi oleh pihak Unair dengan menyediakan ruang transit, sirkulasi keluar masuk, hingga memberikan APD kepada para peserta.

"Sudah disediakan ruang transit, dan setelah itu akan menuju pada ruang ujian. Mereka juga akan mendapatkan sarung tangan, bulpoin, masker medis, kemudian akan mengikuti latian soal baru ujian. Keluar peserta juga telah kami atur agar tidak bertemu dengan peserta yang akan menuju pada sesi berikutnya. Ruangan juga kapasitas untuk 80 orang. Yang terlambat akan di tolelir 15 menit" ujarnya kepada Tim Surabaya Pagi.

Unair juga membatu para peserta dan telah menyediakan sebanyak 7.000 rapid test kit sebagai salah satu syarat unttuk bisa masuk Surabaya mengikuti ujian tersebut.


Rektor Unair, Prof Mohamad Nasih saat di temui di Airlangga Convention Center,  mengatakan bila pihaknya telah mendapat banyak bantuan rapid test kit dari berbagai mitra Unair, mulai dari dosen, manajemen, puskesmas, BPBD Jatim hingga BIN.

"Sudah ada 6.500 sampai 7.000 rapid test kit, tidak hanya untuk Unair, nanti kami distribusikan ke ITS, UPN dan mitra pusat UTBK di Surabaya yang membutuhkan kit ini," katanya.

Prof Mohamad Nasih melanjutkan bila pada sesi pertama UTBK di Unair, sudah ada 60 peserta yang menjalani rapid test dari dua lokasi rapid test gratis di Kampus B dan C.

"60-70% yang ada di Unair nanti akan dilayani dengan sebaik-baiknya. Yang sudah berkomitmen dan barangnya sudah sampai disini paling tidak sudah ada 7000an rapid test kid yang sudah ada. Rapid test ini juga gratis, bila ada kawan-kawan yang kesulitan langsung bisa datang dan akan kami layani dengan semaksimal mungkin" terangnya kepada awak media.

IMG_20200705_101823

 Salah satu peserta melakukan rapid test.


Prof Nasih juga mengatakan bila UTBK harus berlangsung karena menyangkut masa depan dari para lulusan SLTA.

"Belajar dan kuliahnya harus segera dipastikan dan para peserta tidak di rugikan oleh kondisi yang ada" ucapnya.

Disinggung bila ada yang peserta UTBK yang reaktif saat menjalani rapid test, Prof Nasih menjelaskan bila rapid test ini sama dengan suhu badan.

"Kalau mereka suhu badannya diatas 37,5 atau rapid tesnya reaktif maka bagi yang bersangkutan harus bisa ikut swab test pcr dan bila negatif maka akan diberi kesempatan untuk bisa ikut ujian di sesi berikutnya atau tahapan berikutnya. Nanti bila reaktif akan pada tahap diberitahu dan akan disusuli dengan hasil swab test. Mereka bisa di reschedule kalau ada hasil test swab pcr itu" jelasnya.

Para peserta juga dapat terancam di diskualifikasi bila tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlangsung, hal ini juga di paparkan oleh Prof Nasih dan menjelaskan bila hal ini merupakan ujian kedisiplinan peserta.

"Itu bagian dari ujian kedisiplinan peserta, bila ada peserta dalam proses ujian ini berdekatan, tidak memakai masker, dan lainya maka akan kami diskualifikasi, karena ini akan berpengaruh pada semuanya. Karena syarat untuk mengikuti utbk ini adalah harus mematuhi protokol kesehatan. Para peserta yang sudah mengikuti test juga kami sarankan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari untuk memastikan agar tidak terjadi apa-apa, supaya dapat saling menjaga" paparnya.

Rapid test tersebut juga turut di respon oleh salah satu peserta yang melakukan rapid test  di Unair saat sebelum mengikuti UTBK, Dwika yang berasal dari Bojonegoro mengungkapkan bila dirinya baru mengetahui bila salah satu persyaratan untuk mengikuti UTBK harus melampirkan surat keterangan sudah melakukan rapid test.

"Saya baru tahu tadi malam, jadi saya kebingungan. Kemudian saya mencari informasi, ternyata Unair menyediakan fasilitas rapid test dan gratis. Jadi saya terbantu, karena dari semalam saya takut bila tidak bisa mengikuti UTBK bila tidak mempunyai surat rapid ini" pungkasnya. Byt