Pemeran Inhabitat, Padukan Sains dan Futuristik

Panji Wisesa menggelar pameran Inhabitat untuk mengenalkan seni botani dan keramik, di Milieu Creative Space, pada Rabu (25/11/20). SP/ BYTA

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kegiatan bercocok tanam merupakan ruang pelarian baru untuk menyembuhkan diri dari kejenuhan di masa pandemi seperti saat ini. Tidak hanya pada Tananam, rupanya seni keramik juga mendapat dampak positif dari masyarakat.

Melihat momentum tersebut, Panji Wisesa kemudian menggelar pameran Inhabitat untuk mengenalkan seni botani dan keramik, di Milieu Creative Space, pada Rabu (25/11/20).

Pameran yang juga menjadi program fasilitasi bidang kebudayaan - interaksi budaya 2020 yang di prakarsai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini, merupakan ruang baru bagi seniman untuk mewujudkan hasil karya seni mereka agar bisa di nikmati dan di jangkau oleh masyarakat, khususnya pemerhati seni keramik.

Panji Wisesa atau yang dikenal sebagai seniman keramik ini mempunyai ciri khas yang berbeda dengan seniman keramik kebanyakan. Ia mengungkapkan bila karya-karyanya lebih condong pada dunia sains dan mistery di kehidupan sehari-hari.

"Gaya sendiri lebih condong ke sains dan misteri. Lalu untuk konsep keramik saya lebih suka tradisi dan menggabungkannya dengan futuristik," ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

Pria lulusan Kriya Keramik, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menyebutkan bahwa saat ini, merupakan momentum yang tepat untuk seniman keramik mendapatkan sosial awareness sekaligus turut berperan dalam memperbaiki perekonomian di Indonesia.

"Memang benar bahwa seni keramik sekarang memiliki daya tarik tersendiri, mengingat banyak orang yang mulai berbondong-bondong mengkoleksi tanaman. Ini adalah tantangan sekaligus peluang baik untuk semua seniman keramik," katanya.

Pada pameran Inhabitat, yang menggabungkan seni botani dan keramik merupakan bagian dari Sciencewerk Design, dibawah brand Specimenwerk, yaitu Danis Sie yang merupakan konseptor dan koordinator pameran yang berkolaborasi dengan Panji Wisesa, serta turut berkolaborasi dengan Komunitas Cactus dan Succulent Society Indonesia, yang diketuai oleh Sugita Wijaya.

"Pada pameran Inhabitat ini saya tidak hanya menampilkan karya saya sendiri, namun juga ada karya kolaborasi dengan berbagai macam seniman muda lainnya. Menggaet seniman muda merupakan sebuah langkah penting untuk mendukung langkah kreativitas mereka," tandasnya.

Selama 5 hari kedepan, Milieu Creative Space akan mewadai tampilan dari karya-karya seni keramik dan seni botani dalam pameran Inhabitat yang berlangsung sejak 25 November hingga 29 November mendatang. byt