•   Rabu, 22 Januari 2020
Bisnis Makro

Pemerintah Ajak Pengusaha Indonesia Investasi di Turki

( words)
Menteri Perdagangan Indonesia, Engga artiasto Lukita.


SURABAYAPAGI, Jakarta – Menteri Perdagangan Indonesia, Engga artiasto Lukita mengajak pengusaha Indonesia untuk melihat celah bisnis dan berinvestasi di Turki.

Keberhasilan Indofood dalam memproduksi Indomie di Turki telah membuktikannya, sehingga produk tersebut mampu menguasai 90 persen pangsa pasar mie instan di Turki.

Menurut Enggar, akan semakin besar apabila pakta kerja sama Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement dapat segera dilaksanakan.

"Kalau kita sudah tahu besarnya pasar di Turki, maka Pemerintah akan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk berinvestasi menanamkan modal dan mendirikan pabrik di Turki, seperti Indofood. Keuntungannya, bahan baku tetap diekspor dari Indonesia,” ujarnya, Senin (15/7).

Dia menambahkan, bahan baku Indomie sedikitnya 45 persen disuplai dari Indonesia dengan nilai sekitar US$20 juta per tahun. Bahan baku yang berasal dari Indonesia adalah bumbu, pembungkus, dan minyak kelapa sawit. Angka tersebut, diharapkan meningkat menjadi dua kali lipat jika IT-CEPA dilaksanakan.

Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad mengatakan, kapasitas produksi Indomie di Turki saat ini sebanyak 550.000 karton per bulan dengan penjualan mencapai 450.000 karton Indomie bungkus dan 50.000 karton Indomie kemasan cup per bulan.

Kapasitas produksi akan meningkat menjadi 1 juta karton per bulan dengan adanya penambahan mesin baru. Kebutuhan minyak kelapa sawit untuk Indomie sebanyak 250-500 ton per bulan. Dengan rencana penambahan mesin, kebutuhan minyak kelapa sawit akan mencapai 1.000 ton per bulan, sehingga permintaan minyak kelapa sawit akan meningkat.

Namun, tarif minyak kelapa sawit dari Indonesia lebih tinggi dari Malaysia yang telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Turki, sehingga minyak kelapa sawit Indonesia tidak dapat bersaing di Turki. jkt

Berita Populer