•   Rabu, 8 April 2020
Otonomi Daerah

Pemkab Kediri Akan Patenkan Bengkuang Jenis Luk Songo Super

( words)
Arahayu Setya Adi, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dipertabun Kabupaten Kediri


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri akan mendaftarkan sebagai sertifikasi buah bengkuang hasil temuan petani di Desa Tugurejo Sebagai Hak Paten Produk Kabupaten Kediri. Buah yang biasanya berukuran sedang itu, kini ditangan petani Desa Tugurejo bisa berubah berukuran jumbo dan diberi nama bengkuang luk songo super.

Dipertabun Kabupaten Kediri akan berkomunikasi dengan kementrian terkait hak paten sebagai buah asli produk Kabupaten Kediri. Namun sebelum melakukan hal tersebut pemerintah akan melakukan observasi terhadap jenis bibit bengkuang luk songo super tersebut.

“Saat ini jenis bengkoang LSS atau Loksongo Super sudah di budidayakan oleh petani di Desa Tugurejo yang berjumah 10 orang. Semoga bisa dikembangkan terus,” kata Arahayu Setya Adi, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dipertabun Kabupaten Kediri, Sabtu (15/2/2020).



Image


Selain Desa Tugurejo, penghasil bengkoang di Kabupaten Kediri, juga tersebar di Kecamatan Kayen Kidul dan Papar, dengan luasan mencapai lebih dari 30 hektar. Hasil produksi buah ini dipasarkan di daerah Bali, Malang, Surabaya dan sekitar Kediri.

Suyarno, seorang petani asal Desa Tugurejo yang berhasil menemukan bibit buah bengkoang berukuran super mengaku melakukan eksperimennya selama 2 tahun. Bengkoang yang diberi nama bengkuang Luk Songo Super atau LSS yang produksinya jauh lebih banyak, jika dengan bibit sebelumnya dalam 1 hektar mampu panen 3 hingga 4 ton, dengan bibit LSS ini petani mampu memproduksi 6 hingga 10 ton per hektar.

Selain jumlah produksi lebih tinggi, dalam setahun petani bisa menanam 2 hingga 3 kali. Sementara dengan bibit sebelumnya hanya 1 hingga 2 kali dalam setahun. Harga jualnya saat ini cukup tinggi perkilo seharga Rp 2.500 yang sebelumnya hanya seribu Rp 800 perkilogram. Adv/kominfo

Berita Populer