•   Senin, 30 Maret 2020
Surabaya

Pemkot Bangun Sarana Baru, Nasib Baik Atau Buruk ?

( words)
Sentra Ikan Bulak (SIB) di sekitar Pantai Kenjeran. (SP/EKA)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mendandani kotanya. Kali ini Pemkot akan membangun sarana kereta gantung dengan menggandeng PT. PP Properti Suramadu. Pembangunan yang akan dilakukan akhir april ini, digadang-gadang akan menjadi langkah awal berkembangnya perekonomian wilayah pesisir Surabaya.

Apakah benar langkah ini akan meningkatkan perekonomian warga pesisir ?

Berdasarkan pantauan SurabayaPagi.com, langkah Pemkot selama ini belum membuahkan hasil terutama bagi masyarakat pesisir Surabaya. Di sekitar pantai kenjeran misalnya meskipun terdapat Sentra Ikan Bulak (SIB) sebagai sentra penjualan hasil nelayan. Masyarakat justru lebih memilih berjualan dipinggir jalan ketimbang ditempat tersebut. Banyak masyarakat mengeluhkan sepinya pengunjung yang berdampak pada kerugian materil para pedagang.

Seperti contoh Sapi’i (31), pria yang berprofesi sebagai penjual ikan asap itu pernah berjualan di SIB selama 1 bulan, karena dirasa sepi dan terus mengalami kerugian akhirnya ia pun lebih memilih berjualan di pinggir jalan, sekitar Taman Suroboyo. "Rugi terus mas jualan di SIB. Kalo dijalan gini sehari bisa dapet Rp. 2 juta, tapi kalo di SIB cuma dapet Rp. 500 ribu lah mentok," ungkapnya saat ditemui tim Surabaya Pagi senin, (16/04).

Saat ditanya mengenai pembersihan PKL yang akan dilakukan Pemkot dengan adanya proyek PT. PP Properti, Sapi’i merasa sangat keberatan. Ia merasa dengan berpindah ke tempat lain maka pelanggannya pun akan kesulitan menemui lapaknya sehingga malah bisa menurunkan penjualannya.

Bukan hanya Sapi’i. Reaksi serupa juga ditunjukan oleh Sarinah (36). Wanita penjual hasil laut ini juga merasa keberatan dengan adanya pembersihan PKL yang akan dilakukan Pemkot Surabaya. Ia beranggapan dengan pindah lapak akan menyulitkannya dalam mendapat keuntungan. "Kalo pindah lagi nanti kaya di SIB mas, bakal rugi," katanya.

Ia juga mengatakan, akan berpindah tempat asal Pemkot Surabaya menepati janji awalnya, yakni akan mengganti setiap kerugian dari barang yang rusak akibat tidak laku dengan sejumlah uang.ess

Berita Populer