•   Senin, 16 Desember 2019
Surabaya

Pemkot Surabaya Belum Bisa Operasikan Soroboyo Bus

( words)
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat mencoba bus baru Suroboyo Bus.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan operasional Suroboyo Bus ditargetkan terlaksana di triwulan pertama.
Warga Surabaya harus bersabar untuk segera bisa menikmati layanan transportasi massa Suroboyo Bus. Ini karena bus baru milik Pemkot Surabaya tersebut belum bisa mengoperasionalkan lantaran terkendala masalah regulasi.
Belum adanya lembaga pengelola berbentuk UPTD atau BUMD membuat Suroboyo Bus harus dikandangkan lebih dulu alih-alih melayani warga Surabaya. Meski begitu Pemkot Surabaya tahun ini bakal segera menambah unit Suroboyo Bus untuk menambah kapasitas penumpang yang bisa diangkut sepanjang rute bus.
"Targetnya bisa beroperasi triwulan satu. Paling lambat triwulan dua sudah bisa berjalan," kata Irvan.
Ia mengatakan hal itu seiring dengan persiapan pembentukan BUMD atau UPTD yang kini sedang disusun bersama jajaran Pemkot. Di sisi lain kini Pemkot juga sedang menyiapkan pengadaan sepuluh bus yang sudah dialokasikan anggarannya di tahun 2018 ini.
"Rencananya bulan April kita mulai pengadaan sebanyak sepuluh unit bus Suroboyo," kata Irvan.
Kini Dinas Perhubungan tengah merampungkan kajian untuk penetapan tarif Suroboyo Bus. Masih ada kemungkinan bus akan bertarif Rp 5.000 sebagaimana tarif bus dalam kota yang jalan saat ini.
Selain itu willingness to pay atau kemauan membayar penumpang angkutan dalam kota masih berkisaran di angka tersebut.
"Kemudian rute kalau sesuai skenario kan memang itu untuk mendukung angkutan trem jalur selatan jadi rutenya Purabaya - Joyoboyo," jelas Irvan.
Namun, karena trem kini belum memungkinkan, maka rute bisa diperpanjang sampai Tunjungan atau bahkan tembus hingga Perak. Dishub tengah berkomunikasi dengan Damri dan angkutan lainnya agar tidak bersinggungan dan sosialisasi dengan pihak terkait.
"Karena kami sengaja tidak membuat trayek baru tapi memanfaatkan trayek yang sudah ada," ucapnya.
Di sisi lain anggota Komisi C Mochammad Mahmud mengatakan mendukung untuk adanya pengadaan transportasi massal bus ini. Pasalnya bus dengan mengutamakan kenyamanan penumpang akan menjadi napas baru angkutan umum Surabaya. Akan tetapi politisi Partai Demokrat ini menyarankan agar Pemkot tidak hanya fokus ke penyediaan transportasi umum di jaringan jalan utama saja.
"Pemkot juga harus berfikir untuk penyediaan angkutan dari jaringan jalan yang terkecil. Justru di sana banyak penumpang yang ingin naik dan diangkut ke angkutan di jalan lebih besar," kata Mahmud.
Jika itu tidak dipikirkan dan angkutan yang ada tidak menjawab kebutuhan, warga kota akan tetap menjadikan angkutan roda dua sebagai moda transportasi pilihan. sr

Berita Populer