•   Senin, 17 Februari 2020
Surabaya

Pemkot Surabaya Berdayakan Kelompok Tani

( words)
Wujudkan ketahanan pangan, Pemkot berikan pendampingan kepada para kelompok tani. Foto: SP/ALQOMARUDIN


Alqomarudin
Wartawan Surabaya Pagi
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui program urban farming. Bahkan, program yang digagas sejak tahun 2010 itu, dinilai mampu memberdayakan kelompok-kelompok tani yang ada di Surabaya.
Salah satunya yakni kelompok tani yang berada di wilayah Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri Surabaya, yang masih eksis menerapkan program ketahanan pangan tersebut. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Presley mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayah Kelurahan Sumur Welut bekerja di bidang pertanian.
Mereka menerapkan program urban farming dengan memanfaatkan lahan kosong untuk usaha berbagai jenis pertanian, seperti bertanam padi, jagung, cabai dan sayuran. “Sebagian besar itu petani semua, karena lahannya masih luas,” kata Presley disela-sela panen cabai di lahan pertanian daerah Sumur Welut Surabaya, Rabu, (20/2).
Menurutnya, hampir sekitar 80 persen masyarakat di Kelurahan Sumur Welut memilih untuk bertanam cabai. Alasannya, karena jenis tanaman hortikultura ini dinilai lebih menghasilkan keuntungan dengan masa tanam yang relatif cepat. Maka dari itu, sebagian besar kelompok tani lebih memilih komoditas hortikultura tersebut. “Utamanya di sini itu berupa tanaman cabai kecil, nah baru tahun ini kita mencoba tanaman untuk jenis cabai besar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan di wilayah Kecamatan Lakarsantri terdapat delapan kelompok tani, dengan anggota berjumlah sekitar 622 orang. Sementara untuk luas lahan pertanian, mencapai 457 hektar dan saat ini masih aktif dikerjakan oleh para petani.
Kendati demikian, pihaknya mengaku, akan terus memberikan pendampingan kepada para kelompok tani agar hasil panen mereka bisa terus melimpah. “Jadi setiap RW itu ada kelompok taninya sendiri-sendiri, jadi sekarang itu 80 persen (masyarakat) tanam cabai dan sisanya padi,” terangnya.
Sementara untuk mendukung hasil produk pertanian, dalam setiap bulan Pemkot Surabaya juga mengadakan kegiatan bertajuk minggu pertanian, sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan produk pertanian, perikanan dan peternakan di Kota Surabaya.

Berita Populer