•   Kamis, 17 Oktober 2019
Surabaya

Pemprov Gunakan Aplikasi TI

( words)
Harga Sembako Stabil.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemprov Jatim telah menerapkan aplikasi berbasis Teknologi Informasi (TI) untuk memantau harga barang kebutuhan pokok. Dua aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Barang Pokok (SISKAPERBAPO), dan Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi (SIPAP).
“Dengan menggunakan kedua aplikasi ini, perkembangan harga dan stok barang pokok dapat dipantau secara online,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Jawa Timur di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (23/01).
Lebih lanjut, pasar murah dan operasi pasar untuk barang kebutuhan pokok, makan minum (mamin) dan produk ikm (ukm) telah dilakukan di 38 kabupaten/kota khususnya selama bulan Ramadhan atau momen khusus di masing-masing daerah.
“Pemprov Jatim juga melakukan operasi pasar mandiri, dengan harga jual menyesuaikan atau di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi),” terang orang nomor satu di Jatim ini sembari menambahkan stakeholder yang rutin melaksanakan yaitu Perum Bulog, PT. Kebon Agung, PT. Wonokoyo, dan APRINDO.
Dalam rangka efisiensi distribusi barang, Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan Bukalapak.Kerjasama ini diharapkan mampu memotong rantai dan biaya distribusi, mempermudah perolehan bahan kebutuhan pokok, dan harga barang lebih terjangkau.
“Saat ini sudah ada sekitar 18 ribu IKM di wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang tergabung dalam marketplace Bukalapak, kedepan akan kita tambah 9 ribu untuk di luar Surabaya Sidorajo,” terang Pakde Karwo.
Di akhir, Pakde Karwo meminta adanya otoritas yang terkait komponen penyebabkan inflasi di Jatim, khususnya dalam hal kebijakan pemerintah. Selain itu, inflasi juga disebabkan oleh core inflation dan komponen volatile food. “Sistem pengaturan stok harus diatur betul, misalnya beras di bulan September stok di Jatim harus diatas 1 juta ton. Lewat metode ini maka inflasi di Jatim akan terus terkendali,” pungkasnya. (arf)

Berita Populer