•   Jumat, 28 Februari 2020
Surabaya

Pemprov Uji 10 Jenis Beras Premium

( words)
Ilustrasi.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan pengujian beras premium. Ini dilakukan karena sejak diberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg, beras kualitas medium sedikit demi sekit mulai berkurang peredarannya di pasar.
Dampaknya harga beras terus merangkak naik. Dengan berkurangnya beras medium di pasar masyarakat bawah yang biasanya mengkonsumsi beras medium terpaksa membeli beras premium yang harganya lebih mahal.
Dengan harga beras tersebut Pemerintah bergerak cepat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Perum Bulog meluncurkan program operasi pasar (OP) beras medium diseluruh Indonesia dengan harga Rp 9.350/kg. Operasi pasar yang akan berlansung hingga 31 Maret 2018 dilakukan untuk menstabilkan harga beras.
Pemprov Jawa Timur terus berupaya agar beras murah untuk masyarakat cukup tersedia di pasar-pasar rakyat diseluruh Jawa Timur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan pengujian beras premium tersebut, karena sejak diberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg, beras kualitas medium sedikit demi sekit mulai berkurang peredarannya di pasar.
Dampaknya harga beras terus merangkak naik. Dengan berkurangnya beras medium di pasar masyarakat bawah yang biasanya mengkonsumsi beras medium terpaksa membeli beras premium yang harganya lebih mahal.
Dengan harga beras tersebut Pemerintah bergerak cepat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Perum Bulog meluncurkan program operasi pasar (OP) beras medium diseluruh Indonesia dengan harga Rp 9.350/kg. Operasi pasar yang akan berlansung hingga 31 Maret 2018 dilakukan untuk menstabilkan harga beras.
Pemprov Jawa Timur terus berupaya agar beras murah untuk masyarakat cukup tersedia di pasar-pasar rakyat diseluruh Jawa Timur. Agar beras murah OP untuk masyarakat cukup tersedia dan mudah didapat, maka pemerintah secara bertahap akan terus melakukan koordinasi dengan PD Pasar Surya Surabaya dan pemerintah daerah serta pengelola pasar rakyat di Jawa Timur.
Kepala UPT Perlidungan Konsumen (Disperindag) Jawa Timur di Surabaya, Eka Setya Budi, mengatakan, Unit Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Jawa Timur sedang melakukan pengujian terhadap sepuluh jenis beras premium yang diambil dari pasar modern dan pasar rakyat di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Diharapkan minggu depan hasilnya bisa diketahui kebenarannya.
"Selanjutnya beras premium diuji di laboratorium pengujian mutu jenis beras untuk mengetahui beras tersebut memang kualitas premium atau justru beras medium yang diberi lebel beras premium," jelasnya.
Eka mengatakan, perbedaan beras medium dan premium bisa dilihat dari sosohnya dan kadar air. Adapun yang dikategorikan beras premium, di antaranya derajat sosoh mencapai 100 persen. Derajat sosoh merupakan tingkat terlepasnya aleuron (kulit ari) yang melapisi biji beras. Selain itu, tingkat kadar air maksimal 14 persen. Kadar air ini ditentukan dari jumlah kandungan air di dalam butir beras.
Sedangkan untuk kategori beras medium I, memiliki derajat sosoh minimum 95 persen, medium II 90 persen, dan medium III 80 persen dengan batas maksimum kadar air 14 hingga 15 persen.
Kemudian, untuk beras medium, memiliki butir patah atau beras pecah (broken) maksimal 20 persen untuk medium I, sedangkan untuk medium II maksimal 25 persen, dan medium III maksimal 35 persen.
Beberapa kategori tersebut harus diukur menggunakan alat-alat khusus untuk membedakan beras medium dan premium. Dijelaskan pula, ada cara yang lebih mudah untuk membedakan beras premium dengan medium, pertama, dari perbedaan warna atau tingkat kecerahaan tampilan beras, jika lebih terang maka bisa dikategorikan beras premium. Dari sisi kecerahan premium lebih terang, medium agak buram tidak putih bersih, dan beras pecahnya juga sedikit kalau premium. arf

Berita Populer