Pemuda Tamatan SMP Bacok Teman Gara-Gara Pacar

RE, saat diamankan setelah membacok temannya menggunakan senjata tajam.

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Terbakar cemburu buta, seorang pemuda yang baru lulus SMP menyabetkan senjata tajam ke tangan temannya MDF  (17) hingga sobek.

Akibat perbuatannya itu, pelaku berinisial RE (16) asal Kedungturi, Taman Sidoarjo yang tinggal bersama saudaranya di Bulak Banteng Wetan Surabaya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ia pun kini telah diamankan.

Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti Setijah Oetami mengatakan insiden ini terjadi karena dilatarbelakangi gegeran masalah cewek. Tersangka yang baru lulus SMP terbakar api cemburu dan menuduh korban telah merebut sang pujaan hati.

“Tersangka ini sering bertemu korban. Mereka sering bertemu karena rumahnya berdekatan,” ujar Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti Setijah Oetami, Senin (21/9).

Kronologisnya bermula pada saat korban pulang dari pengajian. Waktu korban sedang membeli pentol, ternyata melihat tersangka duduk di atas motor. Korban pun menghampirinya. Saat keduanya bertemu, terlibatlah cekcok antara keduanya.

Diduga keduanya meributkan masalah perempuan yang merupakan mantan korban dan sudah menjadi pacarnya tersangka.

Tak beberapa lama kemudian, cekcok tersebut berakhir dan pelaku pulang ke rumah. Namun siapa sangka, kepulangan pelaku justru awal dari insiden ini.

Pelaku pulang ternyata mengambil senjata tajam (sajam) jenis pisau. Begitu mengambil sajam, ia pun kembali mendatangi korban dan langsung menyabet korban menggunakan pisau tersebut.

"Saat itu korban merespon dengan menangkis sabetan dengan tangan kanannya. Beruntung warga langsung memegangi tersangka dan melindungi korban," ungkapnya.

Warga yang melerai keduanya melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Kenjeran.

Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan atas luka sabetan yang ia alami. Sementara pelaku digiring ke Polsek Kenjeran untuk diperiksa lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan di polisi, tersangka juga mengakui telah berbuat nekat terhadap korban.  Aksi kekerasan ini dilakukan karena sakit hati.

"Tersangka kami amankan dan mengakui melakukan kekerasan tersebut karena sakit hati," tandasnya.