•   Selasa, 12 November 2019
Pemilu

Pengamat: Waspadai Para Calo Rekom

( words)
Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura sekaligus Direktur SSC, Mochtar W. Oetomo. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para tokoh yang hendak maju pada Pilkada Serentak 2018 melalui jalur parpol hendaknya lebih berhati-hati. Pasalnya, menurut para pengamat politik, keberadaan calo dibalik surat rekomendasi dukungan dari parpol kepada para calon peserta pemilu saat ini dinilai mengkhawatirkan.
Surat rekomendasi dukungan dari parpol sendiri merupakan salah satu syarat penting bagi setiap calon peserta Pemilu untuk mendaftarkan diri. Di level Pilgub Jatim saja, hingga satu minggu sebelum masa pendaftaran baru Partai Demokrat dan Partai Hanura serta PDIP yang baru menerbitkan surat rekom kepada paslon peserta Pemilu tersebut.
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W. Oetomo memandang bahwa fenomena calo politik tersebut sesungguhnya merupakan fenomena lazim dalam setiap Pilkada. Kondisi tersebut, saat ini diperparah dengan dinamika politik nasional yang terus berubah.
"Dampak dari fenomena di level nasional tersebut adalah tidak kunjung usainya persoalan rekom di berbagai level daerah. Terlebih lagi, utamanya itu karena saat ini posisi Partai Demokrat yang netral di level nasional, sehingga menjadikan hingga level bawah ini partai-partai di kubu Prabowo maupun Jokowi menjadi ikut bimbang terkait koalisi," ujar Mochtar ketika ditemui, Senin(1/1).
"Karena dinamika tersebutlah, maka potensi-potensi calo rekom mulai muncul. Di tengah mepetnya waktu yang terus berjalan, tentunya para calon peserta Pemilu ingin segera mendapatkan jaminan melalui terbitnya surat rekom. Disinilah para calo-calo mulai bermain, dan bahkan menaikkan harga untuk membantu mengurus surat rekom tersebut," tambah pria yang juga Direktur Surabaya Survey Centre tersebut.
Mochtar lebih lanjut menjelaskan bahwa sistem kerja dari para calo tersebut sesungguhnya sangat sederhana. "Mereka ini bisa dari internal maupun eksternal partai. Biasanya mereka ini sudah punya jalur ke elite parpol yang memiliki kewenangan untuk menerbitkan surat rekom," jelasnya.
Di sisi lain, alumni Universiti Sains Malaysia(USM) tersebut juga mewanti-wanti agar para calon peserta Pemilu waspada dengan keberadaan para calo surat rekomendasi abal-abal. Para calo yang mengaku dapat memuluskan jalan untuk mendapatkan rekom itu sesungguhnya bahkan tidak memiliki jalur dalam memenuhi hal yang mereka janjikan.
"Biasanya, yang abal-abal ini dari oknum struktural partai. Karena tidak ada lagi yang menjadi nilai tawar mereka selain menjadi struktur partai. Jumlah oknumnya ini banyak. Hendaknya para calon berhati-hati agar tidak tertipu," pungkas Mochtar. ifw

Berita Populer