•   Minggu, 5 April 2020
Peristiwa Nasional

Pengangguran di Bandung Didominasi Lulusan SMK

( words)
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin


SURABAYAPAGI.COM, Bandung –Siapa bilang lulusan perguruan tinggi akan menjamin mudah mendapatkan pekerjaan. Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah meski telah memiliki gelar dari perguruan tinggi. Memang beberapa perusahaan lebih melirik lulusan perguruan tinggi dibanding lulusan sekolah menengah.

Namun, hal tersebut masih belum menjelaskan lulusan perguruan tinggi lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Seperti halnya di Bandung, Lulusan perguruan tinggi menjadi salah satu penyumbang terbesar pengangguran di Kota kembang itu.

Sampai saat ini tercatat ada 24 ribu lulusan perguruan tinggi yang belum terserap lapangan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin mengungkapkan, sampai 2019 angka jumlah pengangguran di Kota Bandung sebesar 8,01 persen atau sekitar 96.465 orang. Angka tersebut turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dilihat pengangguran tahun 2019 turun. Di mana target 2023 di dalam RPJMD itu 8,2 persen. Tahun 2018 angka pengangguran 8,44 persen dan sekarang (2019) pengangguran 8,01 persen artinya sudah melebihi target RPJMD," katanya di Balai Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak puas dan akan terus berupaya menurunkan angka pengangguran. Karena menurutnya jumlah pengangguran ini selalu dinamis ditambah tingginya arus urbanisasi ke Kota Bandung.

"Untuk turunkan (pengangguran) selain memberikan sumber daya manusia kita untuk tingkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, terus pelatihan berbasis ke masyarakatan ini lebih ke (penciptaan) enterpreneur (baru)," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung Marsana menambahkan, dari data yang ada lulusan SMK merupakan penyumbang terbesar pengangguran di Kota Bandung, jumlahnya sekitar 24.200 orang.

Setelah itu lulusan perguruan tinggi setara S1 dan diploma menjadi penyumbang pengangguran kedua terbanyak mencapai 24 ribu orang. Kemudian lulusan SMA sebanyak 20.890, SLTP 13.093, lulusan SD dan tidak tamat sekolah sebanyak 13.924 orang.

"Pengangguran paling banyak itu utamanya SMK, kemudian lulusan perguruan tinggi. Ini menunjukan walau kejuruan, tapi ternyata belum siap langsung ke lapangan kerja," ucapnya.

Berita Populer