Pengelola Pabrik Keluhkan Bau Busuk TPS Safe N Lock

Lokasi TPS yang dikeluhkan pengelola pabrik

ndustri atau pabrik dan pemukiman yang penempatan (Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah berdekatan dengan pemukiman dan pabrik atau industri makanan. Sebab seharusnya TPS minimal jaraknya harus 200/300 meter dari pemukiman atau pabrik/ industri makanan. "Jika TPS tersebut untuk limbah B3 memang sangat berbahaya bagi pencemaran udara. Atau TPS tersebut diperuntukan untuk limbah yang ramah lingkungan salama tidak menimbulkan bau dan tidak membuat orang terganggu sah sah saja. Tapi jika TPS itu menimbulkan bau dan polusi udara maka itu sudah pasti dikhawatirkan," kata Syaf kepada wartawan, Kamis (29/10/2020). Syaf menegaskan jika masalah TPS tersebut sepenuhnya kewenangan DLHK dan penyedia lahan atau perusahaan. "Dinkes Sidoarjo sifatnya hanya memberi masukan mengenai bahaya pencemaran polusi udara jika ditimbulkan dari TPS itu. Kalau masalah letak atau masalah TPS itu kewenangan DLHK dan internal Safenlock," tegasnya. Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan saat ditanya terkait TPS yang menimbulkan bau tidak sedap di kawasan pergudangan Safe and Lock mengungkapkan jika pihaknya akan menghubungi pihak pengelola pergudangan Safe N Lock terkait adanya TPS yang menimbulkan bau tidak sedap tersebut. "Sesuai Perda 6/2012 tentang pengelolaan sampah maka pengelola kawasan Safe N Lock ini berkewajiban menyediakan TPS untuk pengelolaan sampah di kawasan tersebut," kata Sigit. Sementara itu, pengelola pabrik yang berada di kompleks industri Safe N Lock, yang berlokasi di Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Kota Sidoarjo, mengeluhkan bau tidak sedap yang berasal dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di Blok I kompleks industri tersebut. Titin Devi, General Affair PT. Mandala Cahaya Sentosa mengatakan jika aroma bau tidak sedap tersebut sudah beberapa bulan ini tercium. "Perusahaan kami bergerak di bidang produksi, makanan dan minuman ringan, jika ada polusi udara atau bau tak sedap dari TPS yang tak jauh dari pabrik kami itu tetap ada, maka kami takut mencemari industri kami yang notabene industri makanan," sesal Titin. Titin mengaku jika dulu TPS tersebut tidak bau karena hanya sampah kering, tetapi saat ini Tempat Pembuangan Sampah tersebut dibuangi limbah basah dari sejumlah pabrik, sehingga menimbulkan bau tak sedap. "Padahal TPS itu peruntukan untuk sampah kering. Kami merasa terganggu bau tidak sedap dari TPS tersebut, apalagi kami sebagai pabrik produksi makanan dan minuman tentu saja kami khawatir kualitas produksi kita terkontaminasi bau tak sedap ini," jelasnya. "TPS ini hanya 10 meteran dari pusat industri kami. Dulu katanya TPS ini hanya untuk sampah kering seperti kardus dan plastik, tapi setelah hampir 1 tahun berjalan kok kadang ada limbah kepala udang, ikan dan sebagainya yang mengakibatkan bau tak sedap. Kami ini kan pabrik makanan ya harusnya mereka tahu berdirinya TPS itu harus memperhatikan aspek yang ada dan tidak merugikan pihak lain," keluh Titin. Titin menegaskan jika pihaknya sudah melaporkan keluhannya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengatakan, " Pihak Safe and Lock Sudah mempunyai Site plant TPS tersebut dan sudah sesuai prosedur" itu saja. Seharusnya DLHK melihat langsung ke lokasi TPS terkait laporan kami itu, benar atau tidaknya ada bau tak sedap yang ditimbulkan oleh TPS itu. Titin berharap pihak Safe N Lock dan DLHK Sidoarjo mengevaluasi keberadaan TPS tersebut, serta mememperhatikan kreteria yang ada sesuai dengan undang undang kesehatan. "Kami berharap tidak adalagi polusi bau yang ditimbulkan dari TPS tersebut," harap Titin. Markus Sekertaris Safe N Lock saat dihubungi wartawan mengatakan akan melakukan evaluasi dari hilir ke hulu untuk memastikan bahaya dari polusi udara yang diduga dari TPS tersebut. Dirinya juga menyampaikan akan memberikan sosialisasi pada vendor pengelolah sampah untuk memilah sampah basah dan kering. "Kedepannya kami akan segara adakan sosialisasi bagi para perusahaan dan vendor pengelolah sampah, serta akan segara membangun penutup atau cerobong untuk TPS tersebut agar tak menimbulkan bau " pungkasnya. sg