Pengelola Sekolah Harus Bisa Fleksibel

Eko Pamuji, Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

ANALISA BERITA -1

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat pertimbangankan mengenai kesehatan siswa, guru, dan lingkungannya. Faktor ini harus menjadi prioritas agar tidak terjadi kemunculan klaster Covid-19 baru di sekolah. Saya wanti-wanti ini dikarenakan sudah terjadi kemunculan beberapa klaster "siswa" akibat diberlakukannya KBM Tatap Muka.

Pesan moral dari saya Kesehatan siswa, guru, dan lingkungannya harus menjadi fokus perhatian  utama. Pembukaan sekolah tatap muka harus bisa menjamin itu semua. Caranya, dengan penuh kehati-hatian dan menerapkan protokol pendidikan yang sehatz

Menurut saya anak di usia sekolah memang membutuhkan sosialisasi lebih untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing.

Maklum, anak usia sekolah memang butuh sosialisasi. Saat di sekolah, siapa yang menjamin dia sehat. Saat berangkat dan pulang sekolah, siapa yang bisa memastikan sehat. Jika di sekolah aman. Dan misalnya, juga tidak bisa dijamin siswa akan aman juga. Faktornya sangat banyak karena mereka berinteraksi.

Agar semuanya berjalan lancar, menurut saya solusi terbaik untuk pembelajaran kedepannya adalah sama-sama yakin, baik itu pihak sekolah maupun juga orang tua siswa. Pihak sekolah memberikan pengawasan lebih kepada siswa agar orang tuanya yakin, sehingga orang tua bisa mempercayakan kesehatan anaknya ke pihak sekolah.

Nah agar semua bisa jalan, di kondisi sekarang ini tidak ada pembelajaran ideal sama seperti sebelum pandemi. Solusinya, keyakinan orang tua dan sekolah harus sama.

Saya berharap penyelenggara sekolah saat pandemi Covid-19, fleksibel.  Misal nantinya ada orang tua yang tidak yakin terhadap keamanan kesehatan anaknya di sekolah, maka pihak sekolah juga sebaiknya memperbolehkan anak tersebut untuk tetap mengikuti pembelajaran daring di rumah.

Antisipasi terhadap orang tua yang tidak yakin anaknya aman berada di sekolah. Bagaimana pun, kesehatan dalam kondisi seperti ini lebih diutamakan. adt