•   Senin, 6 April 2020
Peristiwa Nasional

Penggalian untuk Kolam Pancing Ancam Kerusakan Situs Petirtaan Sumberbeji Jombang

( words)
Lahan yang digali di sebelah timur Situs Petirtaan Sumberbeji, Ngoro, Jombang. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Situs petirtaan suci peninggalan era Kerajaan Majapahit di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur terancam rusak. Hal itu lantaran terdapat aktivitas penggalian lahan untuk kolam yang lokasinya sangat dekat dengan struktur bangunan petirtaan suci tersebut. Tepatnya disebelah timur.


Image

Menurut informasi yang diperoleh, lahan tersebut milik mantan Kepala Desa Badang, Kecamatan Ngoro. Dan luas lahan untuk kolam pancing berukuran sekitar 100 meter persegi. Pembuatan kolam pancing yang dikeruk dengan alat berat ekskavator itu, dikhawatirkan merusak potensi bangunan purbakala yang masih terpendam atau belum digali.

Juru Pelihara (Jupel) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Abdul Mutolib mengungkapkan, bahwa penggalian tanah untuk kolam pancing itu berlangsung 10 hari yang lalu.

"Menggalinya menggunakan alat berat ekskavator. Katanya sih untuk kolam pancing," ungkapnya, kepada jurnalis di lokasi Situs Petirtaan Sumberbeji, Kamis (20/2/2020).

Mutolib menjelaskan, operator alat berat saat menggali menemukan tiga patahan struktur bata merah dengan ukuran yang berbeda. Yakni berukuran 50x30 sentimeter, 50x25 sentimeter dan 30x10 sentimeter.

"Itu ditemukan sekitar lima hari yang lalu. Ya mungkin bagian dari struktur petirtaan ini. Memang saat menggali kolam ditemukan bongkahan," jelasnya.

Sementara itu, Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menegaskan, bahwa masih ada potensi bangunan purbakala di sisi timur struktur Petirtaan Sumberbeji.

"Ya berpotensi merusak lah. Karena ada indikasi saluran air buang mengarah ke lahan yang itu (lahan yang digali untuk kolam pancing, red) saat ekskavasi tahun lalu," tegasnya.


Image

Menurut Wicaksono, jika dirinya sudah meminta juru peliharanya untuk melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

"Saya berharap ada tindak lanjut dari pihak Disdikbud Jombang terkait aktivitas penggalian tersebut. Ya harus diawasi kalau ada kegiatan penggalian. Minimal mendampingi," pungkasnya.

Perlu diketahui, jarak antara lokasi lahan yang digali dengan bangunan petirtaan hanya berjarak 10 meter. Namun saat ini, sudah tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan. Terakhir penggalian dilakukan pada Rabu, (19/2) kemarin.(suf)

Berita Populer