Penggemar Musik Klasik Membludak

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Le Concert Impromtu sukses mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk menikmati musik klasik barat, dengan alat musik tiup. Sebanyak 300 penonton hadir dan memadati Balai Adika, Hotel Majapahit Surabaya.

Hans Jayanata selaku Konsulat Kehormatan Prancis di Jawa Timur turut mengapresiasi acara yaang diselenggarakan oleh Institute Francais Indonesia,.

“Saya senang dengan IFI dalam menyelenggarakan acara khususnya acaranya menghubungan Indonesia dengan Perancis tentunnya, hingga mampu meembuat masyarakat Kota Surabaya tentunya bisa hadir dan mengenal lintas budaya. Meengajak ruang kolektif Kota Surabaya juga, yaitu Waft Lab dengan skenografi yang mereka buat untuk menyelaraskan konsep klasik barat dengan kontemporer adalah salah satu hal yang menarik pada malam ini,” ujarnya.

Skenografi yang dirancang menggabungkan bingkai atau frame kotak dengan ukuran persegi empat yang berada di belakaang para memain, yang kemudian menjadi instalasi lampu yang mengikuti irama dari setiap alat musik yang ditiup oleh pemain.

Sekitar 9 lagu yang dibawakan oleh Le Concert Impromtu mampu membuat 300 penonton ikut hanyut dengan pementasan tersebut. Pada lagu ke 7 salah satu pemain perempuan yang memainkan alat musik Obo turut memberikan tarian yang cukup eksploratif dengan mengikuti irama yang diciptakan oleh para pemusik.

Pramenda Krishna A. selaku penanggung jawab budaya dan komunikasi IFI Surabaya juga memberikan argumen terhadap pementasan musik klasik barat yang diselenggarakan di Balai Adika Hotel Majapahit tersebut.

“Pementasan musik malam ini cukup membuat pihak IFI harus banyak menolak penonton yang ingin hadir malam ini karena kapasitas ruang yang mampu menampung 300 audiens saja, tentunya ada alasan yang penting kenapa kami memilih Hotel Majapahit, yaitu Hotel Majapahit ini merupakan salah satu hotel yang memiliki sejarah di Kota Surabaya. Acara ini merupakan pembuka untuk agenda IFI Surabaya di sepaanjanh tahun 2020 dan menjadi salah satu bagian acara 70 tahun hubungan Diplomasi Indonesia dengan Perancis. Untuk seluruh masyarakat Kota Surabaya dan Jawa Timur, kami juga akan hadir kembali pada acara Francophoni pada bulan Maret di tanggal 18 bertempat di Gedung Cak Durasim Surabaya,” jelasnya.