Pengundian Nomor Urut, Semua Paslon Wajib Hadir

Eri Cahyadi dan Armudji (kiri), Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno (kanan)

 

MA-Mujiaman Tatap Muka, Eri-Armuji akan Daring

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – KPU Kota Surabaya menetapkan dua pasangan calon (Paslon) Pilwali Surabaya 9 Desember 2020. Yakni, Eri Cahyadi-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman.

Paslon Eri Cahyadi-Armudji (EA) diusung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan didukung PSI. Sedangkan, paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) diusung koalisi 8 partai politik antara lain PKB, PKS, Partai Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN dan PPP.

Keputusan itu tertuang dalam keputusan KPU Kota Surabaya Nomor 844/PL.02.3.Kpt/3578/KPU-kot/ IX/2020 seusai penyelenggara Pilwali ini menggelar rapat Pleno penetapan calon. Penyebutan urutan dua Paslon itu berdasarkan tanggal pendaftarna bakal Paslon.

Eri Armuji-Armuji lebih dulu mendaftar pada 4 September dan Machfud Arifin-Mujiono menyusul mendaftar pada 6 September 2020.  "Setelah penetapan calon, tahapan berikutnya adalah pengundian nomo urut Paslon. Kedua Paslon harus hadir," jelas Suprayitno Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Teknis  Penyelenggaraan.

Ia menyampaikan, sesuai PKPU bahwa semua Paslon wajib hadir dalam pengambilan nomor urut ini. Jika tidak hadir harus dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Nano, sapaan Suprayitno, Paslon yang berhalangan harus ada keterangan. Jika sakit harus ada surat keterangan dokter. Selanjutnya harus memberi mandat tertulis kepada penerima mandat untuk Pengambilan nomor urut Paslon. Pengundian nomor urut paslon akan digelar di Hotel Singgasana pada Kamis (24/9/2020) siang hari ini.

Selain wajib dihadiri Paslon, pengundian nomor urut juga harus dihadiri pengurus partai pengusung dan tim Kampanye Paslon. "Pengundian nomor urut paslon ini juga dihadiri Bawaslu dan tokoh masyarakat. Tokoh ini adalah Kapolrestabes dan Tanjung Tanjung Perak," kata Nano.

Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi mengatakan, kedua paslon memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi administrasi dan kesehatan.  "Penelitian administrasi itu banyak item diantaranya, surat rekomendasi partai pengusul. Surat keterangan dari rumah sakit yang ditunjuk bahwa paslon mampu dalam kesehatan jasmani rohani, sehingga memenuhi syarat sebagai paslon," jelasnya saat media breifing, Rabu (23/9/2020).

Sementara itu terkait isu salah satu calon yang positif Covid-19, Nur Syamsi menjelaskan itu bukan wewenang KPU. Menurut Nur Syamsi, memang ada syarat ketika melakukan pendaftaran harus menyerahkan hasil swab tes negatif. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh rumah sakit yang ditunjuk KPU, sebagai salah satu tahapan pencalonan.

Nur Syamsi menjelaskan, tidak ada keharusan bagi calon untuk melakukan swab tes di tempat tertentu. "Tidak ada aturan atau teknis soal itu. Calon bisa melakukan swab tes dimanapun di rumah sakit, klinik atau dokter pribadi. Tapi pemeriksaan kesehatan harus dilakukan di RSUD Dr.Soetomo sebagai rumah sakit yang ditunjuk," ungkapnya.

 

Utamakan Tatap Muka

Sementara, terkait tahapan-tahapan Pilkada yang mulai memasuki masa kampanye, kedua kubu sudah mempersiapkan sesuai aturan yang berlaku.

Direktur Tim Kampanye Machfud Arifin dan Mujiaman, Mahfudz dari Partai PKB mengatakan bahwa mekanisme pelaksanaan kampanye tatap muka akan tetap dilakukan dengan syarat melakukan pembatasan peserta. "Kampanye kita dengan tatap muka seperti biasa, cuma kan kita batasi itu ketika tempat itu dimasa normal bisa 100% maka saat ini kita batasi menjadi 50% saja. Kita bisa dengan cara sambil tatap muka dengan warga, kita gunakan secara virtual. Malah lebih banyak menjangkau masyarakat. Cuma memang nanti kos nya akan lebih tinggi, karena kita akan mengganti pulsa mereka," ungkapnya.

Pria yang juga sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya juga mengatakan bila kegiatan blusukan ke pasar maupun sapa warga akan tetap dilakukan sesuai dengan visi misi MA - Mujiaman.

"Blusukan ke pasar tetap, sapa warga tetap kita lakukan, karena itu bagian dari kampanye untuk menyampaikan visi misi pak Machfud Arifin dan Mujiaman. Kita akan benar-benar menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Sukses tidak nya kita menekan angka Covid ini, tergantung kita semua. Kerjasama antar Paslon untuk menjaga protokol kesehatan, KPU dan Bawaslu menerapkan regulasi yang ketat juga," terangnya.

 

Utamakan Pertemuan Daring

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat mengatakan bila untuk mekanisme penyelenggarakan kampanye akan menurut arahan Dewan Pimpinan Ketua Cabang,  Adi Sutarwiyono.

"Nanti kita akan intens untuk melakukan door to door dan juga virtual, lalu ada pertemuan rapat umum dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan asesmen dari satgas covid dari tingkat Kota Surabaya," katanya.

Achmad Hidayat mengungkapkan bila PDIP sudah teruji dengan melakukan pertemuan secara daring beberapa hari lalu saat mengadakan pertemuan.

Nantinya, Ketua DPC PDIP Surabaya akan membentuk satgas yang akan mengkaji beberapa titik di Kota Surabaya dalam pelaksanaan kampanye.

"Kita sudah teruji dengan melakukan pertemuan via daring dimasa pandemi Covid - 19 ini. Jadi sesuai arahan ketua DPC akan di bentuk satgas untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan. Untuk nanti mengevaluasi mengasesmen titik-titik yang akan digunakan kampanye," ungkapnya.

Ia juga menerangkan bila sejauh ini proses sosialisasi Eri Cahyadi dan Armuji tidak mengalami kendala. "Sejauh ini proses sosialisasinya kan sudah berjalan dan tidak ada kendala dalam sosialisasi maupun pengenalan calon kita. Kan pengenalan juga dilakukan oleh seluruh kader, anggota fraksi DPRD Kota dan Provinsi, dan DPR RI," terangnya. alq/byt/cr2/rmc