•   Kamis, 14 November 2019
Sepakbola

Penonton Persela Menempati Urutan ke 10 dari 18 Tim Yang Berlaga di Liga 1

( words)
Media & Public Relation LIB saat memaparkan statistik tim liga 1 dalam workshop di Sekretariat Persela Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski terkenal mempunyai pendukung yang militan dan setiap pertandingan tidak pernah sepi dari suporter yang datang menyaksikan tim kebangganya, tapi posisi Persela Lamongan masih berada diurutan 10 dari jumlah penonton yang hadir ke stadion.

Hal itu terungkap dari hasil workshop dan sosialisasi media, yang disampaikan oleh Hanif Marjuni (Media & Public Relation LIB), dengan mengambil tema pengembangan digital media dan pembahasan statistik, di sekretariat Persela, Senin sore (7/10/2019).

Disebutkan olehnya, posisi tim kebanggaan masyarakat Lamongan dilihat dari jumlah penonton yang datang ke stadion masih itu masih berada diurutan ke 10, dari 18 tim yang ada di Liga 1.

Urutan ke 10 tersebut kata Hanif, dengan jumlah penonton sebanyak 69.749. Posisi Persela masih cukup jauh dibandingkan dengan tim tetangga Persebaya Surabaya jumlah penontonnya mencapai 217 ribu yang berada diurutan ke 2.

Bahkan jumlah penonton Persela juga masih kalah dengan tim sesama Jawa Timur Arema, yang menempati posisi urutan ke 4 dengan jumlah penonton mencapai 153 ribu." Untuk jumlah penonton yang datang ke stadion Persela masih terpaut jauh dengan tim Persebaya dan Arema Malang," kata Hanif dalam Workshop dengan peserta para jurnalis di Lamongan ini.

Meski demikian lanjut Hanif, tim Persela dalam hal jumlah penonton bila dibandingkan dengan tim asal Jawa Timur lainnya, Madura FC tergolong masih baik. Karena Madura United FC menempati urutan ke 16 dengan jumlah penonton mencapai 28 ribu.

"Memang Persela masih kalah dengan Persebaya dan Arema, tapi Persela lebih unggul dari Madura United FC yang masih menempati urutan ke 16 dari 18 tim," terangnya.

Sementara untuk posisi teratas dengan jumlah penonton terbanyak kata Hanif, di tempati Persija Jakarta dengan jumlah penonton 240 ribu. Sedangkan klub dengan penonton terendah Bhayangkara FC dengan jumlah penonton sekitar 11 ribu.

Lebih jauh kata Hanif, minimnya animo masyarakat untuk menonton tim kebanggaannya ke stadion ada berbagai faktor. Faktor yang paling dominan adalah karena performance tim kesayangannya yang masih jauh dari kata ekspektasi.

"Kecenderungan penonton sepi itu banyak faktor, faktor yang paling dominan itu karena performance tim, apalagi tim nya selalu kalah," ungkapnya.

Selain itu juga ada faktor pertandingan dalam satu minggu dua kali home. Sehingga penonton memilih dan membeli tiket dengan pertandingan timnya melawan tim yang dianggap punya nama besar dan tim yang besar.

"Biasanya kalau ada pertandingan home dalam sepekan dua minggu, mereka penonton memilih dan membeli tiket dengan tim yang dianggap besar, punya nama dan menarik, ini menjadi PR manajemen," pungkasnya jir

Berita Populer