•   Kamis, 21 November 2019
Ekonomi NKRI

Penurunan Suku Bunga Acuan BI Diharap Mampu Memberikan Dampak Positif

( words)
Rapat Dewan Gubernur BI, SP/Akrt


SURABAYAPAGI.com –Penurunan 25 poin suku bunga acuan menjadi 5,75% akhirnya disepakati oleh Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada kamis (18/7), setelah 8 bulan berada di level 6%.

Setelah pertimbangan yang matang yang memiklirkan efek global maupun local akhirnya penurunan suku bunga itu di realisasikan dalam rapat RDG BI yang dimulai sejak kemarin rabu (17/7) hingga hari ini (18/8).

Penurunan suku bunga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal penting yakni laju inflasi yang terjaga dan momentum mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI memantau berbagai kondisi global baik pertumbuhan ekonomi, perang dagang, dan arus modal asing.

"Kami berkesimpulan ketegangan dagang yang berlanjut terus menekan perdagangan dunia dan memperlambat ekonomi global," katanya, dilansir dari Bisnis pada Kamis (18/7/2019).

Ekonomi global yang melemah semakin menekan harga komoditas termasuk harga minyak. Sejumlah bank sentral di negara maju dan berkembang merespons kondisi tersebut dengan kebijakan yang lebihdovish, termasuk bank sentral AS.Respons tersebut dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan global.

Dampak perang dagang juga berdampak terhadap perlambatan ekspor di sejumlah negara yang mendorong penurunan impor dan investasi nonbangunan yang tumbuh terbatas.

BI menilai aliran masuk modal asing mencatat surplus besar didorong oleh prospek perekonomian domestik yang baik. Defisit transaksi berjalan 2019 diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan defisit transaksi berjalan 2018 yakni pada kisaran 2,5%-3%.

Nilai tukar rupiah yang menguat juga mendukung stabilitas eksternal. Prospek ekonomi Indonesia juga makin baik diiringi oleh peningkatan peringkat utang Indonesia. Ke depan, BI menilai rupiah akan bergerak stabil sesuai dengan mekanisme pasar dan fundamentalnya.

Inflasi Juni 2019 juga terjaga pada level yang rendah dan stabil. Inflasi inti tetap terkendali didukung konsistensi BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi dan menjaga nilai tukar.

Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai dengan tersedianya likuiditas dan membaiknya risiko kredit. Rasio kredit bermasalah tercatat rendah. Likuiditas perbankan juga dalam kondisi terjaga.

Berita Populer