•   Jumat, 10 April 2020
Perbankan

Penyaluran Pinjaman Fintech Naik

( words)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengungkapkan, potensi pertumbuhan perusahaan teknologi finansial (fintech) di dalam negeri sangat besar.

Pada tahun 2017 misalnya, dana yang tersalurkan dari industri fintech mencapai Rp 2,56 triliun. Dalam kurun waktu setahun, total dana tersalurkan fintech naik sampai 700 persen di tahun 2018.

"2017 dana tersalurkan Rp 2,56 triliun. Tahun 2018 tota dana tersalurkan senilai Rp 22,67 triliun, yakni naik 700 persen. Dengan demikian fintech punya potensi besar dan berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan," tuturnya di Gedung BEI, Rabu (17/7).

Inarno menjelaskan, keberadaan perusahaan fintech ilegal memang masih meresahkan masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kesadaran akan fintech yang secara resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sayangnya banyak mereka yang tidak mempunyai izin (fintech). Jadi kesadaran konsumen perlu sehingga perlindungan konsumen bisa tetap terjaga," paparnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menuturkan, masyarakat dapat mengetahui finteh mana yang terdaftar dengan melihat situs resmi di OJK. "Daftarnya sudah ada di website OJK, bisa dicek," terangnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi reksa dana via daring atau online telah mencapai Rp 5 triliun. Deputi Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono mengatakan, prestasi itu dikerek oleh kian tingginya penetrasi teknologi di pasar keuangan dalam negeri.

"Dalam kurun waktu 3 tahun, yakni dari 2016 ke 2018, subscription pembelian online naik tinggi. Tiga tahun lalu baru Rp 1 triliun, sekarang transaksi online tembus Rp 5 triliun lebih," tuturnya di Jakarta. Jkt/ff

Berita Populer