•   Rabu, 16 Oktober 2019
Uncategories

Penyebab Sulitnya Pencarian Korban KM Sinar Bangun

( words)


SURABAYAPAGI.com - Proses pencarian terhadap korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Pencarian dan evakuasi sulit lantaran area Danau Toba yang luas serta memiliki kedalaman.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, belum ada pihak yang bisa menghitung kedalaman perairan Danau Toba. Pencarian dilakukan dengan menggunakan helikopter.

"Sudah dicari melalui di atas air (menggunakan helikopter) dan turun ke dalam melakukan penyelaman. Ada hal kesulitan kita, karena Danau Toba sampai saat ini tidak dapat diketahui berapa kedalamannya," kata Marudut Liberty Panjaitan kepada wartawan, Rabu malam, 20 Juni 2018.

Marudut mengungkapkan Danau Toba juga memiliki tumbuhan ganggang dengan ukuran tinggi. Hal ini menjadi kesulitan bila mencari orang yang diduga hilang di Danau Toba.

"Jadinya, beda mencari orang dan mencari sesuatu di dalam Danau Toba dengan di luar Danau Toba," lanjut perwira melati dua itu.

Ia mengatakan tim SAR gabungan sejauh ini sudah menurunkan sejumlah alat utama seperti teknologi canggih untuk membantu proses pencarian korban.

"Kita juga menurunkan helikopter sesuai dengan rapat koordinasi kita bersama Basarnas. Kita menurunkan alat sesuai dengan kebutuhan," ujar Marudut.

Sementara itu, dari hasil pencarian Rabu kemarin, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah. Sejauh ini, sudah tiga jenazah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 18 korban ditemukan dalam keadaan selamat. Dengan total korban berhasil dievakuasi sebanyak 21 orang.

"Dari dua korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi, positif merupakan penumpang kapal. Sedangkan satu lagi masih diidentifikasi," katanya.

Adapun jumlah penumpang KM Sinar Bangun belum bisa dipastikan karena tak memiliki manifes. Diduga lebih dari 150 penumpang berada di kapal karam tersebut.

Berita Populer