Perayaan 70 Tahun China, Xi Jinping Beri Pernyataan Menohok

SURABAYAPAGI.com - Presiden China Xi Jinping menegaskan untuk menegakkan prinsip " satu negara dua sistem" di Hong Kong, yang sedang dilanda protes pro-demokrasi.

Hal itu disampaikan Xi saat memberikan sambutan pada malam menjelang perayaan memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Beijing, Senin (30/9).

Berbicara dalam sebuah sambutan pada malam menjelang perayaan memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China, Xi mengatakan bahwa negara akan "sepenuhnya dan setia menerapkan prinsip-prinsip satu negara dua sistem" dan "otonomi tingkat tinggi".

Aksi demontrasi yang dipicu RUU Ekstradisi itu telah berlangsung selama 17 pekan dan telah berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.

“Kami yakin dengan dukungan penuh dari Ibu Pertiwi dan usaha bersama dari rekan-rekan Tiongkok kami di Hong Kong dan Makau yang cinta pada Ibu Pertiwi. Hong Kong akan makmur dan maju bersama dengan daratan,” kata Presiden Xi.

China tengah mempersiapkan perayaan yang telah dipersiapkan dengan matang, termasuk parade militer besar-besaran pada 1 Oktober.

Namun di saat yang sama para pengunjuk rasa di Hong Kong juga berniat melancarkan aksi demonstrasi besar-besaran pada Selasa (1/10/19), dengan harapan dapat menyaingi perayaan yang digelar Beijing.

Beijing menyebut acara perayaan itu sebagai perayaan kemenangan atas pertumbuhan perekonomiannya selama tujuh dekade terakhir, serta menekankan pentingnya persatuan wilayah dan nasionalisme.

"Persatuan adalah besi dan baja. Persatuan adalah sumber dari kekuatan," kata Xi dalam pidatonya, seperti dikutip AFP.

Tak hanya Hong Kong, Xi juga merujuk pada Pulau Taiwan, yang memerintah sendiri, sebagai bagian dari wilayahnya yang tinggal menunggu waktu untuk penyatuan kembali. “Penyatuan kembali Tanah Air secara penuh adalah tren yang tidak terhindarkan. Tidak ada yang dapat menghentikannya,” ujar Presiden Xi.

Pada peringatan 70 tahun berdirinya China itu, juga bakal digelar parade militer besar-besaran dan aksi melepas 70.000 merpati.

Perayaan itu sekaligus menunjukkan bahwa China sudah berubah dari negara yang dulunya dilanda perang dan kelaparan, menjadi negara makmur yang kekuatan ekonomi dan militernya diperhitungkan.