•   Selasa, 12 November 2019
Peristiwa Internasional

Peringatkan Korsel dan AS, Korut Terbangkan Dua Rudal Balistik

( words)
Rudal balistik Korut SP/Sndo


SURABAYAPAGI.com - Untuk menekan Korsel dan Amerika Serikat (AS) agar menghentikan latihan militernya. Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik jarak pendek Rabu pagi waktu setempat.

Rudal yang diluncurkan Korut berasal dari semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan, Korut telah menembakkan rudal balistik yang terbang sekitar 250 km (155 mil). Di area itu, Korut juga melakukan peluncuran roket pekan lalu.

Pihak militer Korea Selatan menyebutkan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak-dekat pada Rabu pagi, hanya beberapa hari setelah negara yang dipimpin Kim Jong un itu meluncurkan dua rudal lain.

Peluncuran terbaru itu dilakukan dari Semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara, tempat yang sama dengan lokasi peluncuran pekan lalu, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) di dalam satu pernyataan. Militer Korsel, katanya, memantau kasus peluncuran rudal baru tersebut.

Kolonel Lee Peters, juru bicara pasukan AS di Korea Selatan, mengatakan, "Kami mengetahui laporan mengenai penembakan rudal dari Korea Utara dan kami akan terus memantau keadaan."

Lee tidak berkomentar ketika ditanya apakah pelatihan gabungan AS-Korea Selatan, yang dijadwalkan dimulai bulan depan, akan berlanjut.

Korea Utara melakukan uji coba menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada 25 Juli, tes rudal pertama sejak pemimpin Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump bertemu pada 30 Juni dan setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi yang macet.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan harapan untuk jalan diplomatik ke depan dengan Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tak ada rudal yang mencapai wilayah Jepang atau zona ekonomi eksklusifnya, dan peluncuran tersebut tidak mengancam keamanan Jepang.

Korea Utara melakukan penembakan uji coba dua rudal jarak-dekat pada 25 Juli, percobaan pertama negara itu sejak pemimpinnya, Kim Jong un, dan Presiden AS Donald Trump bertemu pada 30 Juni dan sepakat untuk menghidupkan kembali pembicaraan penghapusan senjata nuklir yang macet.
SURABAYAPAGI.com - Untuk menekan Korsel dan Amerika Serikat (AS) agar menghentikan latihan militernya. Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik jarak pendek Rabu pagi waktu setempat.

Rudal yang diluncurkan Korut berasal dari semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan, Korut telah menembakkan rudal balistik yang terbang sekitar 250 km (155 mil). Di area itu, Korut juga melakukan peluncuran roket pekan lalu.

Pihak militer Korea Selatan menyebutkan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak-dekat pada Rabu pagi, hanya beberapa hari setelah negara yang dipimpin Kim Jong un itu meluncurkan dua rudal lain.

Peluncuran terbaru itu dilakukan dari Semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara, tempat yang sama dengan lokasi peluncuran pekan lalu, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) di dalam satu pernyataan. Militer Korsel, katanya, memantau kasus peluncuran rudal baru tersebut.

Kolonel Lee Peters, juru bicara pasukan AS di Korea Selatan, mengatakan, "Kami mengetahui laporan mengenai penembakan rudal dari Korea Utara dan kami akan terus memantau keadaan."

Lee tidak berkomentar ketika ditanya apakah pelatihan gabungan AS-Korea Selatan, yang dijadwalkan dimulai bulan depan, akan berlanjut.

Korea Utara melakukan uji coba menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada 25 Juli, tes rudal pertama sejak pemimpin Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump bertemu pada 30 Juni dan setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi yang macet.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan harapan untuk jalan diplomatik ke depan dengan Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tak ada rudal yang mencapai wilayah Jepang atau zona ekonomi eksklusifnya, dan peluncuran tersebut tidak mengancam keamanan Jepang.

Korea Utara melakukan penembakan uji coba dua rudal jarak-dekat pada 25 Juli, percobaan pertama negara itu sejak pemimpinnya, Kim Jong un, dan Presiden AS Donald Trump bertemu pada 30 Juni dan sepakat untuk menghidupkan kembali pembicaraan penghapusan senjata nuklir yang macet.

Berita Populer