•   Jumat, 28 Februari 2020
Pendidikan

Perkuat Kerja Sama dengan Polri

( words)
Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara UNAIR dan Polri di Ruang Kahuripan Kampus C, Beberapa waktu yang lalu. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bertempat di Ruang Kahuripan Kampus C, Universitas Airlangga kembali memperkuat kerja sama dengan Polri. Hal tersebut dibuktikan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kedua pihak. Penandatanganan itu disaksikan jajaran pimpinan serta kepala divisi masing-masing, beberapa waktu yang lalu.
”Ini merupakan tindak lanjut kerja sama sebelumnya yang meliputi pengajaran. Untuk ini (kerja sama, Red), bidangnya lebih spesifik. Yakni, pendampingan mahasiswa STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) dalam mengerjakan tugas akhir,” jelas Brigjen. Pol. Drs. Fiandar yang mewakili jajaran kepolisian dalam penandatanganan tersebut.
Menurut Fiandar, STIK dan UNAIR memiliki kesamaan. Yakni, merupakan institusi yang berupaya mengembangkan pendidikan dalam lingkup masing-masing. Kemajuan dan perkembangan sosial masyarakat terkini, lanjut dia, menuntun institusi itu harus beradaptasi dengan penyesuaian sistem pendidikannya sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Baik lingkup umum, masyarakat, maupun internal Polri.
”Dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian, kami selalu melibatkan semua pihak. Masyarakat, terutama dengan perguruan tinggi. Itu kan sudah sesuai dengan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” tuturnya.
Fiandar menambahkan, selain sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di STIK, kerja sama tersebut terjalin atas dasar efisiensi. Yakni, efisiensi waktu dan materi. Sebab, lanjut dia, selama ini, pendampingan mahasiswa STIK dalam mengerjakan tugas akhir dilaksanakan di pusat, Jakarta.
Dengan Mou tersebut, pendampingan tersebut bisa dilaksanakan pihak perguruan tinggi terkait yang sudah menjalin kerja sama dengan Polri. Terutama, terang Fiandar, difokuskan di regional-regional polda setempat.
”Kalau UNAIR, ini nanti memang akan fokus untuk Jawa Timur. Di sini (Polda Jatim, Red), yang tengah menempuh pendidikan berkisar 30 sampai 50 anggota. Jadi, secara materi dan waktu lebih efisien,” ucapnya.
Sementara itu, Prof. Mohammad Nasih, dalam sambutannya menyatakan bahwa salah satu visi UNAIR adalah menjadi perguruan tinggi sebagai pelopor pengembangan ilmu pengetahuan. Hal itu, lanjut dia, telah sesuai dengan kolaborasi kerja sama yang dilakukan UNAIR dengan Polri.
”Kerja sama ini bakal terus diperkuat. Sebab, kualitas pendidikan merupakan investasi peradaban dan kemajuan bangsa ini pada masa depan. Inilah yang menjadi titik temunya,” ungkapnya.
”Selain itu, UNAIR mempunyai prodi magister forensik. Kerja sama terkait hal itu juga sering dilakukan. Misalnya, penanganan korban Airasia dulu,” imbuhnya.
Prof Nasih juga berharap sinergi keduanya terus dipupuk dan diperkuat. Yakni, dengan mengolaborasikan potensi masing-masing. Selain itu, dia berterima kasih kepada pihak Polri atas kepercayaan yang diberikan selama ini.
”Bidang pendidikan UNAIR juga perlu berkolaborasi dengan Polri, terutama soal kedisiplinan atau yang belum ada. Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan aksi. Tidak berhenti di atas meja saja,” katanya.
”Untuk porsinya, kami bakal menyesuaikan. Sebab, di STIK sendiri juga mengembangkan banyak jurusan seperti cyber crime. Ya, bidang-bidang tertentu yang sesuai bisa berkolaborasi,” imbuh Prof Nasih.ifw

Berita Populer