•   Selasa, 15 Oktober 2019
Perbankan

Perputaran Uang Terus Bertambah, KSEI Ajak 16 Bank

( words)
Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo (tengah).


SURABAYAPAGI, Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Tbk (KSEI) memutuskan untuk menambah jumlah bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dan bank pembayaran untuk periode 2019-2024.

Jumlah bank administratif RDN yang sebelumnya berjumlah 14 bank menjadi 16 bank. Bank pembayaran KSEI yang sebelumnya berjumlah 5 bank menjadi 9 bank.

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, dengan semakin banyak dan beragamnya bank administrator RDN, maka akan memudahkan investor dalam melakukan investasi di pasar modal karena investor memiliki beberapa pilihan bank untuk pembukaan rekening RDN.

“Penambahan jumlah bank pembayaran juga menjadi salah satu upaya KSEI untuk memperluas jaringan pasar modal melalui kerjasama co-branding dengan industri perbankan,” katanya.

Menurut Urip, pada periode 2019-2024 fungsi bank pembayaran akan berbeda dengan sebelumnya, karena KSEI akan menerapkan Penyesuaian Dana Atas Transaksi di pasar modal menggunakan sistem BI-RTGS dalam mata uang rupiah dalam waktu dekat.

Sedangkan, untuk penyelesaian dana atas transaksi di pasar modal dalam mata uang lainnya, KSEI menunjuk bank CIMB Niaga sebagai pembayaran valuta Asing.

“Bank pembayaran KSEI pada periode kali ini akan berfungsi sebagai bank penyedia fasilitas intraday kepada perusahaan efek dan masih tetap sekaligus sebagai bank administrator RDN. Fasilitas intraday merupakan fasilitas yang diberikan bank pembayar kepada anggota kliring untuk dapat segera dipenuhi hak terima uangnya setelah menyelesaikan seluruh kewajiban serah efeknya,” ungap Urip.

Dengan dukungan 16 bank administrator RDN, terdapat 3 bank syariah, total jaringan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh investor pasar modal Indonesia berjumlah sekitar 20.000 kantor cabang bank, meningkat dari kerjasama dengan bank administrator RDN dan bank pembayaran RDN periode sebelumnya yaitu 17.000 kantor cabang.

“Berawal dari Rp 730 miliar per hari pada tahun 2.000, ditahun 2018 perputaran dana yang diselesaikan di KSEI sudah meningkat berkali-kali lipat hingga mencapai total sekitar Rp 6 triliun per hari,” tandasnya. Jkt/ff

Berita Populer