•   Kamis, 17 Oktober 2019
Gas Dan Bumi

Pertamina Raup Laba 12 Persen Meski Harga Minyak Merosot

( words)
Para pegawai SPBU Pertamina SP/Prtm


SURABAYAPAGI.com - PTPertamina (Persero) mengklaim telah mendapatkan laba bersih sepanjang kuartal pertama tahun dengan lonjakan sekitar 112 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Lonjakan tersebut merupakan hasil topangan dari penurunanharga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang mengurangi beban perusahaan.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N Mansury mengatakan rata-rata ICP sejak awal 2019 hingga saat ini berkisar US$63 per barel. Sementara, tahun lalu, angkanya mencapai US$67 per barel.

"Iya (laba naik 112 persen). Itu (harga minyak) yang memang membedakan makanya kinerja kami tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," ucap Pahala, mengutip CNN, Selasa (13/8).

Sebenarnya, sambung ia, penurunan harga minyak juga berdampak negatif bagi perusahaan, khususnya dari sisi pendapatan. Namun, keuangan diselamatkan oleh beban operasional yang lebih rendah.

"Kalau pendapatan tahun ini agak sedikit turun karena turunnya harga minyak, tapi dari sisi beban biaya turunnya lebih besar," jelas dia.

Selain itu, kantong perusahaan juga mendapatkan tambahan dari kenaikan produksi minyak sepanjang semester I 2019. Pahala menyebut produksi minyak perseroan naik 8 persen hingga Juni 2019.

"Jadi, itu (kenaikan produksi minyak) sesuatu yang positif buat kami tahun ini," imbuhnya.

Menurut Pahala, kenaikan laba bersih pada 2018 sejalan dengan peningkatan penjualan perseroan dari US$46 miliar menjadi US$57,9 miliar. Hal itu dipengaruhi oleh bisnis hulu perseroan dan kenaikan harga minyak Indonesia.

Berita Populer