•   Rabu, 16 Oktober 2019
Kriminal

Pesta Bir, Tawuran, Jambret Tewas

( words)
Ribuan warga tumpah ruah di jalanan saat malam pergantian tahun baru di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (1/1/2018) dini hari. FOTO-FOTO : SP/ROBERT-JULIAN


Pesta Tahun Baru di Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Perayaan malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 di Surabaya, relatif aman. Namun, kendati hiburan malam terbuka serta car free night ditiadakan, warga Surabaya tetap saja antusias turun ke jalan untuk merayakannya. Sejumlah ruas jalan protokol terpantau padat. Warga memilih menyalakan kembang api di jalan raya yang mereka lewati.
Ribuan pasukan gabungan dari Kepolisian, TNI, Kota Surabaya (Satpol PP dan Linmas) serta para relawan diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Meski relatif aman, sejumlah tawuran masih terpantau terjadi di sejumlah titik di Surabaya. Namun pasukan gabungan berhasil meredam aksi tawuran itu. Sehingga dari sejumlah kejadian tawuran, tidak menyebabkan korban jiwa.
Namun, setelah masuk tahun baru 2018, tepatnya tanggal 1 Januari, ada dua mayat yang ditemukan. Diantaranya di Jalan Padmosusastro, Wonokromo Surabaya dan Jalan Raya Ngagel Jaya Selatan, Gubeng Surabaya. Kedua mayat itu diketahui berjenis kelamin laki-laki dan tanpa identitas (mr x). Jasad mr x di Jalan Padmosusastro diduga seorang jambret dengan tubuh penuh tatto. Pria ini diketahui tewas setelah dimassa warga sekitar.
Sedangkan pria mr x yang juga ditemukan tewas di sebuah got di Jalan Ngagel Jaya Selatan, hingga kini masih belum diketahui penyebabnya. Polsek Gubeng hingga kini masih berupaya mengungkap identitas mr x tersebut. Mereka juga masih menunggu hasil visum maupun otopsi dari dokter RSU dr Soetomo terkait dugaan penyebab kematian.
Selain itu, sejumlah penindakan juga dilakukan kepolisian di Surabaya (Polrestabes Surabaya dan polsek jajaran) di sejumlah titik. Baik itu penindakan tilang kendaraan maupun penangkapan pelaku kejahatan. (Selengkapnya baca grafis: Kejadian Pesta Tahun Baru 2018 di Surabaya).
Pesta Bir
Jika di jalan-jalan warga pesta kembang api, lainnya halnya pesta di tempat hiburan. Di rooftop sebuah hotel berbintang di Jl Dharmahusada Surabaya, misalnya, dentum musik yang dimainkan Female DJ (FDJ) mengalun kencang dari bar.
Pada pesta tersebut, baik tua maupun muda nampak larut dalam iringan lagu yang terus dimainkan oleh sang FDJ. Mayoritas dari mereka bahkan turut asyik berjoget bersama rekan masing-masing. Sedangkan sisanya, nampak tengah asyik mengobrol di tengah bisingnya suara musik.
Pesta tersebut semakin menarik. Satu gelas bir gratis beserta sepiring snack menjadi fasilitas pelengkap yang diberikan oleh penyelenggara pesta sebagai bagian dari biaya masuk yang dipatok kepada pengunjung. Memang, sebelum dapat masuk dan turut menikmati pesta tahun baru tersebut, setiap orang diwajibkan untuk membayar sebesar 200 ribu rupiah. Biaya tersebut, selain bir dan snack, juga sudah termasuk acara gala dinner dengan menu buffet.
Rara misalnya, mahasiswi cantik dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya tersebut secara gamblang mengatakan bahwa total dirinya menghabiskan lebih dari Rp 1 juta pada pesta tahun baru tersebut. Meskipun demikian, wanita asal Malang itu juga mengaku tidak ambil pusing dengan biaya besar yang ia keluarkan.
"Ya setahun sekali ini juga. Lagian duit kita sendiri. Hasil kerja keras sendiri. Bukan minta orang tua. Boleh dong ya kita menghargai jerih payah selama setahun sebelumnya. Hitung-hitung untuk refreshing agar lebih semangat di tahun berikutnya," kata wanita yang juga berbisnis online shop tersebut.
Bagaimana dengan alkohol yang ia konsumsi? Ketika ditanya, Rara hanya tersenyum sembari menunjukkan kartu identitas miliknya. "Sudah lebih dari 21 tahun kan? Legal dong ya secara hukum sudah," katanya.

Berita Populer