Fenomena Artis yang Maju menjadi Caleg di Pemilu 2

Pileg 2019, Dhani, Arzeti dan Manohara Bertarung di Surabaya

Sejumlah artis akan bertarung meraih suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI 2019 dari Surabaya dan Sidoarjo. Selain petahana Arzeti Bilbina, 2 nama artis juga akan maju di dapil daerah pemilihan (Dapil) 1 Jawa Timur itu, yakni Ahmad Dhani dan Manohara Pinot. Seberapa kuat mereka?
Laporan: Riko Abdiono-Jaka Sutrisna




Arzeti Bilbina tetap maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), musisi Ahmad Dhani dari Partai Gerindra, sementara Manohara Pinot akan maju dengan bendera Partai Nasdem.

Wakil Ketua Partai Gerindra Jatim, Hendro Subianto membenarkan, mantan suami Maiya Estianti itu akan bertarung di Dapil Jatim I, Surabaya-Sidoarjo. "Kita harapkan Mas Dani bisa menjadi vote gatter di dapil Surabaya-Sidoarjo, karena Surabaya adalah kampung halamannya, dan Dewa 19 lahir di Surabaya," katanya, kemarin (17/7).

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Effendi Choirie, juga membenarkan, aktris Manohara Pinot akan berjuang di dapil Surabaya dan Sidoarjo. "Selain Manohara di Jatim 1, dari Nasdem juga ada Elma Teana dari Jatim 10 (Lamongan dan Gresik) dan Luki Perdana dari dapil Jatim 3 (Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo)," jelasnya.

Fenomena artis nyaleg mendapat tanggapan Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan. Djayadi menduga kemungkinan alasannya untuk mendongkrak popularitas partai di mata masyarakat. "Kalau NasDem saya kira dia ingin punya kandidat yang benar-benar dan yang betul-betul populer di Dapil masing-masing. Sehingga nanti bisa jadi jangka bagi mereka kalau-kalau Jokowi nggak laku atau mesin partainya nggak kuat di daerah lain sehingga saya kira itu salah satu cara kenapa ramai-ramai artis ke NasDem, entah artisnya yang ke NasDem atau NasDemnya yang mengambil artis-artis," ujar Djayadi saat diskusi di The Indonesian Institute, Jl. Hos Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (17/7) kemarin.

Dia menyebut ada tiga faktor yang bisa menentukan partai politik menang saat Pileg 2019. Jika ketiga faktor itu dikombinasikan dia yakin partai itu bakal sukses. "Faktor pertama simbol partai dan mesin partai, faktor kedua adalah kekuatan kandidat di Dapil," ungkapnya.

Menurutnya kedua faktor ini bisa bertentangan dan bisa juga beriiringan tergantung dengan mesin partai tersebut dan aktor yang menggerakkannya.
"Faktor mesin partai dan kandidat, ini keduanya bisa bertentangan dan beriiringan. Misalnya PPP kalau diperhatikan PPP 50 persen kadernya nggak suka Jokowi, 50 persen lainnya suka dengan Jokowi. Gimaa mesin partai mau gerakan teman-temannya? Bisa jadi mesin partai nggak penting karena itu kekuatan kandidat yang bisa mengatur tergantung Dapil," jelas dia.

Terakhir dia menjelaskan ada faktor Efek Ekor Jas (EEJ) atau coat-tail-effect yaitu ketokohan presiden dan wakil presiden yang dicalonkan suatu partai. Menurutnya, itu menjadi faktor yang mempengaruhi kemenangan suatu partai politik.

"Faktor ketiga adalah EEJ efek ekor jas atau coat-tail-effect, jadi siapa presiden dan wakil presiden yang dicalonkan itu bisa pengaruh di tingkat Dapil, tapi nggak semua efek negatif, bisa juga positif. Maka anda akan lihat strategi macam-macam di setiap Dapil," terangnya.

"Saya kira partai yang pandai nggak akan gunakan satu strategi untuk gunakan kemenangannya di 2019. Itu salah satu cara kenapa ramai-ramai artis ke sana," pungkasnya.