•   Senin, 24 Februari 2020
Pilwali 2020

Pilkada Gresik, Tiga Koalisi Parpol Sudah Terbentuk

( words)
FOTO: SP/M.AIDID Tiga pimpinan parpol Golkar, Nasdem dan PPP mengepalkan tangan usai pernyataan koalisi tiga partai menghadapi Pilkada Gresik 2020.


SURABAYA PAGI, Gresik - Partai politik pemilik kursi di parlemen mulai membangun koalisi untuk mengikuti perhelatan Pilkada Gresik 2020.

Pada akhir pekan ini, Sabtu (11/1) ada lima parpol resmi bergabung membentuk dua koalisi. Deklarasi koalisi digelar hampir bersamaan di dua tempat yang berbeda.

Diawali dua parpol, yakni Partai Gerindra dan Demokrat yang menggelar acara deklarasi koalisi di sebuah rumah makan Jaya Hartono sebelah Terminal Bunder Gresik. Kedua parpol sepakat maju bersama untuk mengusung cabup-cawabup pada Pilkada September mendatang. "Koalisi ini kami namakan Gresik Maju," ujar dr Asluchul Alif, ketua DPC Partai Gerindra Gresik.

Kuota 12 kursi (Gerindra 8, Demokrat 4) dari hasil koalisi dua parpol tersebut bakal mengantarkan dr Asluchul Alif sebagai bakal Cabup Gresik 2021-2026.

Mengapa Gerindra hanya mengajak Demokrat yang memiliki 4 kursi sebagai teman koalisi? "Karena Demokrat satu-satunya partai yang tidak meminta jatah kursi calon wakil bupati," kata Alif kepada sejumlah awak media usai acara deklarasi.

Lantas siapa yang akan mendampingi Alif sebagai cawabup? "Sudah ada dua nama cawabup yang mengerucut, kami tinggal memilih pada waktunya nanti," ucap Alif yang masih merahasiakan dua kandidat cawabupnya.

Alif hanya memberi sinyal bahwa dua kandidat cawabup itu berjenis kelamin pria dan wanita.

Sementara Ketua Partai Demokrat Edi Santoso tidak menampik bila partainya menyerahkan semua keputusan kepada Alif sebagai bakal calon bupati untuk menentukan bakal cawabupnya. "Kami memang tidak meminta jatah cawabup dalam kesepakatan koalisi ini," tegas Edi.

Selanjutnya adalah tiga parpol yang menggelar deklarasi koalisi di pelataran pusat perbelanjaan Icon Mall di Jl Wahidin Sudirohusodo Gresik. Ketiga parpol tersebut adalah Partai Golkar, Nasdem dan PPP.

Golkar memiliki 8 kursi di parlemen, Nasdem 5 kursi dan PPP 3 kursi. Sehingga total kursi koalisi ini berjumlah 18.

Peresmian kesepakatan koalisi ditandai dengan pembacaan deklarasi yang dipandu oleh tiga ketua-ketua parpol koalisi. Kemudian dilanjutkan penandatanganan naskah pernyataan koalisi oleh Ketua DPD Partai Golkar Ahmad Nurhamim; Ketua DPC Partai Nasdem Syaiful Anwar dan Ketua DPC PPP Ahmad Nadhir.

Acara deklarasi tiga parpol selain dihadiri pimpinan dan massa parpol juga tampak para kandidat cabup-cawabup yang mendaftar melalui panitia penjaringan tiga parpol koalisi. Diantaranya yang hadir, selain Ahmad Nurhamim dan Ahmad Nadhir, ada Asluchul Alif (ketua DPC Partai Gerindra) dan Tri Putro Utomo (pengusaha/bendahara Partai Nasdem).

Menurut Ahmad Nurhamim, setelah terbentuknya koalisi tiga parpol, langkah berikutnya adalah melakukan penjaringan bersama terhadap bakal cabup-cawabup yang sudah mendaftar untuk kemudian ditetapkan pasangan mana yang akan diusung bersama dalam Pilkada Gresik 2020.

Dengan terbentuknya dua koalisi pada hari ini maka lengkap sudah gabungan parpol-parpol untuk mengusung kandidat kepala daerah pada pesta demokrasi September mendatang. Karena jauh hari sebelumnya PKB dan PDIP sudah menyatakan berkoalisi pada running Pilbup Gresik. Soal siapa yang akan mereka usung juga belum diumumkan. Karena semuanya masih menunggu "restu" dari pengurus pusat (DPP).

Akankah koalisi PKB dan PDIP mengusung Cabup M Qosim yang kini menduduki dua jabatan penting, yakni sebagai Ketua DPC PKB sekaligus menjadi Wakil Bupati Gresik saat ini, atau justru memilih kandidat lain. Semuanya terpulang pada rekomendasi Cak Imin, ketua umum DPP PKB. did

Berita Populer