•   Rabu, 22 Januari 2020
Pemilu

Pilkades, Awal Mula Politik Uang

( words)
Yayan Sakti Suryandaru (SP/IBNU)


SURABAYAPAGI, Surabaya - Politik uang dan Pilkada selalu menjadi dua hal yang bertalian erat. Dari kacamata akademisi, maraknya hal tersebut diakibatkan dari kesalahan praktek demokrasi di akar rumput masyarakat.

Pendapat tersebut diungkapkan oleh pakar komunikasi asal Unair Yayan Sakti Suryandaru. Ia menilai, maraknya politik uang berasal dari begitu parahnya praktek Pemilihan Kepala Desa.

"Nah kan kalau Pilkades itu parah. Sebaran uang dimana-mana. Mereka menganggap itu pesta. Pesta itu dapat uang," kata Yayan ketika ditemui di Unair.

"Kalau Pilkades itu kan semua sebaran uang diterima. Tapi ya masyarakat pasti memilih yang paling banyak," tambahnya.

Praktek-praktek tersebut lah yang dipandang oleh pria yang juga Kepala Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Unair itu diadaptasi oleh para elite politik. "Karena ya masyarakatnya secara otomatis selalu mencari itu(uang) ketika ada pemilihan. Itu akan selalu terbawa, terlebih lagi di kawasan pedesaan," jelasnya.

"Kalau di kawasan perkotaan, kenapa politik uang kurang begitu mempan? Karena mereka sudah mulai rasional dan menjadi apatis kepada praktek-praktek politik praktis," jelas Yayan lebih lanjut.

Lalu bagaimana solusinya? Menurut Yayan hanyalah kesadaran bersama yang bisa mengubah segalanya. "Karena kalau dari satu sisi saja nggak akan bisa. Kalau misalkan ini dari partainya sudah tidak mau, lalu dari masyarakat meminta kan sama saja bohong," pungkasnya. ifw

Berita Populer