PKH Plus Dilaunching Maret

Solechan Arif
Wartawan Surabaya Pagi
Program Nawa Bakti Satya Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak yang pertama adalah Jatim Sejahtera. Dalam program ini pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilantik 13 Februari lalu ini berkomitmen mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial dengan mengagas PKH plus.
Sasarannya adalah penduduk miskin yang usianya diatas 70 tahun atau lansia di 38 kabupaten/kota wilayah Jawa Timur. Selain menyisir para lansia, PKH Plus juga akan menyentuh para penyandang disabilitas berat. "Dua kelompok ini (lansia dan disabilitas) memang sudah ada di program pemerintah pusat, namun harus diintegrasikan juga oleh sistem yang ada di kabupaten/kota dan provinsi," kata Khofifah.
Menurut mantan Menteri Sosial ini, banyak lansia yang belum tersentuh PKH karena kuota pusat yang masih minim. "Kuota nasional itu 10 juta. Warga miskin di Jatim ada 4 juta keluarga, dan yang tercover hanya 1,5 juta," rinci Khofifah.
Nah, masih kata perempuan yang juga Ketum PP Muslimat NU ini, warga miskin yang belum tercover program nasional, harus dibackup dari APBD karena warga miskin maupun lansia harus mendapatkan PKH Plus.
Senada, Kepala Dinas Sosial, Sukesi, menambahkan bahwa PKH plus anggarannya dari APBD diberikan kepada lansia umur lebih dari 70 tahun yang ada dalam KPM di 10 kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi. "Untuk PKH Plus untuk 50.000 lansia masing masing Rp 2.000.000 pertahun diberikan per triwulan Rp. 500.000 jadi total anggarannya 100 M," ungkap Sukesi.
PKH ala Khofifah memiliki tambahan dengan pemberdayaan dan pelatihan keterampilan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.

"Cuma PKH itu harus diikuti pemberdayaan. Pada saatnya dia menerima, pada saatnya dia harus mandiri,” jelasnya. "InsyaAllah PKH Plus akan dilaunching Maret 2019 di Dyandra Convention Jalan Basuki Rahmat, Surabaya," pungkas Kepala Dinas Sosial perempuan pertama di Jatim.