•   Kamis, 2 April 2020
Geliat Partai Politik

PKS Coret Tiga Bacawali

( words)
FOTO: Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan (tengah) dan Ketua DPD PKS Surabaya Akhmad Suyanto (kanan) saat menggelar jumpa pers di acara Rakorda DPD PKS Kota Surabaya di Asrama Haji Kota Surabaya, Jatim, Minggu (19/1/2019)


SURABAYA PAGI, Surabaya - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya yang digelar di Asrama Haji Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/1), rupanya dihelat untuk mematangkan program pemenangan Pilkada Surabaya 2020.
Ketua DPD PKS Surabaya Akhmad Suyanto mengatakan rakorda yang dihadiri Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jatim Irwan Setiawan ini juga mengundang seluruh kader maupun pengurus PKS se-Kota Surabaya.

"Agenda utamanya ’running’ Pilkada Surabaya," katanya.
Politkus PKS yang menjadi anggota DPRD Kota Surabaya ini mengatakan dalam rakorda tersebut dibahas bagaimana progres sosialisasi lima bakal calon wali kota Surabaya yang terjaring dalam pemilu terbuka PKS yang sudah dilakukan beberapa waktu.
"Rakorda ini untuk menjalankan rekomendasi lima bacawali dari PKS. Kita juga membahas kesiapan struktur partai untuk sosialisasi," ujarnya.

Lima nama bacawali dari internal PKS adalah Kabid Kepemudaan DPW PKS Jatim Achmad Zakaria, Ketua MPW PKS Jatim Ahmad Jabir, Ketua DPD PKS Surabaya Achmad Suyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari PKS Reni Astuti, dan anggota DPR RI dari PKS Sigit Sosiantomo.
Menurut dia, DPD PKS Surabaya akan menyediakan alat peraga sosialisasi berupa baliho kepada lima bacawali dari PKS tersebut.

"Terserah nantinya calon mau dipasang di mana, yang pasti tidak melanggar hukum," katanya.
Suyanto mengatakan nantinya lima bacawali Surabaya dari PKS tersebut akan dikerucutkan menjadi dua orang yang nantinya diusulkan untuk disetujui oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.
"Usulan terhadap dua orang itu nantinya berdasarkan hasil survei yang akan dilakukan bulan ketiga setelah masa sosialisasi," katanya.

Ia menjelaskan alasan mengapa PKS tidak merekomendasikan satu nama saja karena belajar dari Pilkada Surabaya sebelumnya.
"Saat itu kita hanya mengusulkan satu nama tapi tidak di-’running’ oleh calon lainnya karena tidak ada pilihan lagi. Oleh karena itu, di Pilkada ini kita tidak ingin mengunci," ujarnya.

Rakorda yang berlangsung sehari ini juga mengagendakan penyegaran pengurus PKS Surabaya di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Kita sudah menata 31 kecamatan dan 151 kelurahan. Untuk penyegaran pengurus baru, kita masukkan simpatisan dan relawan yang aktif terlibat pada Pemilu 2019," katanya.

Berita Populer