•   Selasa, 15 Oktober 2019
SGML

Pol PP Amankan Belasan Pelajar SMA Saat Nongkrong di Warkop

( words)
Pelajar SMA yang ketahuan tengah nyangkruk di Warkop dibawa ke Kantor Satpol PP dan dilakukan pembinaan. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lagi, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Lamongan mengamankan belasan pelajar SMA yang ketahuan nongkrong di warung kopi saat pelajaran tengah berlangsung Senin (21/1/2019).

Para pelajar dari berbagai lembaga pendidikan di kota Lamongan itu, usai diamankan dari sejumlah Warkop selanjutnya dibawa ke Kantor Pol PP untuk dilakukan pendataan, dan pembinaan bahkan pihak sekolahpun juga dihadirkan.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, mereka juga diminta untuk membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan, jika mereka bersedia tidak akan mengulangi hal yang sama," aku Safari, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Lamongan kepada awak media.

Disebutkan Safari, belasan pelajar yang diamankan itu saat asyik nyangkruk di warkop yang ada di Jl. Soewoko maupun di Jl. KH. Ahmad Dahlan Kota Lamongan masih menggunakan seragam dengan atribut lengkap.

Disebutkan olehnya, operasi dengan tema kasih sayang itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya dengan fokus sasaran adalah para pelajar. Dia mengaku, hal itu bakal intens dilakukan dalam tiap bulannya.

"Kami tidak ingin para pelajar terjerumus ke hal-hal yang negatif apalagi berbau kriminal. Sasarannya, kami fokus memantau di saat jam belajar mengajar, diantaranya warung kopi di seputaran kota, tempat nge-game dan tempat bilyard," tegas Safari.

Sementara, Safari mengakui jika sebelumnya kegiatan tersebut (operasi kasih sayang) tidak dilakukan pemberitahuan kepada lembaga pendidikan terkait. Sebab, menurutnya hal itu dilakukan dalam rangka mencegah hal negatif di kalangan pelajar.

Namun, pihaknya rencananya akan mengirimkan surat ke Lembaga Pendidikan sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut.

Dan jika, beberapa pelajar yang terjaring operasi tersebut melakukan hal yang sama, pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan (undang), baik terhadap kepala lembaga pendidikan maupun orang tua pelajar. "Kita akan berikan penyuluhan dan bimbingan secara langsung,"pungkasnya. jir

Berita Populer