•   Senin, 27 Januari 2020
Kriminal

Polda Jatim Nyatakan Dua Mahasiswa Papua Menghilang

( words)
Mahasiswa Papua yang dikumpulkan


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beredarnya kabar bahwa ada mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) hilang dan juga terluka dibantah keras oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (2/11/2018).

Kombes Barung menjelaskan secara detail bagaimana kronologis versi pihaknya. Kegiatan berlangsung 8.30 sampai 9.45 wib, berjalan dengan aman dan tertib dan tidak terjadi apa-apa.

Namun dalam pemberitaan di media sosial seakan akan ada mahasiswa yang terluka. Di facebook ada yang menyatakan ada 40 mahasiswa terluka.

Kemudian di instagram ada yang menulis 20 mahasiswa terluka. Setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan di asrama mahasiswa Papua, ternyata tidak ada yang terluka.

"Sayangnya, polisi tidak diperkenankan masuk dan para mahasiswa Papua itu mengklaim ada 17 orang yang terluka," ujar Barung menjelaskan.

Mahasiswa Papua ini menurut Barung malah meminta kompensasi untuk satu orang mahasiswa papua yang terluka sebesar Rp 10 juta.

Tuntutan ini ditujukan kepada pemerintah akibat tindakan anarkis, padahal tindakan anarkis itu tidak ada.

"Yang sebenarnya terjadi adalah, ada dua polisi terluka, satu Linmas dan satu anggota Satpol PP. Ada yang kena gesekan ada yg kena benda keras. Kemudian, malam harinya juga dinyatakan ada dua mahasiswa yang hilang," ujar Barung.
Dua mahasiswa itu, Arifin Agung Nugroho, mahasiswa UNSA (universitad Surakarta) semester 3, fak. tekhik sipil) warga Balong RT 002 RW 15.Kelurahan Wonorejo. Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Ke Jawa Tengah dan FACHRI SYAHRASAD. Mahasiswa ITS semester 5. Fakultas Fokasi. Alamat jl Ketintang Pratama no.2 Surabaya.

Ini, lanjut Barung, adalah pemberitaan provakasi yang terus menerus oleh mereka. Kedua mahasiswa yang dikabarkan hilang itu sebenarnya bukan hilang tapi menghilangkan diri dengan maksud membentuk opini bahwa pemerintah Republik Indonesia telah melakukan tindakan yang tidak terpuji, padahal oknum mahasiswa Papua itu sendiri yang menghilangkan diri. nt

Berita Populer