•   Rabu, 16 Oktober 2019
Hukum & Pengadilan

Polda Periksa Kontraktor Proyek RS Siloam

( words)
Kondisi proyek basement RS Siloam yang digarap PT NKE.


Polisi menduga amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya terkait dengan pembangunan basement Rumah Sakit Siloam. Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya Polda Jatim diturunkan untuk menyelidikinya.
Pada saat yang sama, polisi juga memeriksa 11 saksi, termasuk karyawan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE), kontraktor yang mengerjakan proyek basement RS Siloam.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penyelidikan akan melibatkan tim ahli dari ITS, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Labfor Mabes Polri. "Kami masih mendalami hasil pemeriksaan," ujar Kapolda di lokasi, Rabu (19/12/2018).
Luki juga menuturkan dari para saksi, pihaknya menemukan sejumlah fakta mengejutkan. Di antaranya soal peringatan yang diberikan terkait pembangunan basement tersebut sejak bulan Februari 2018 silam.
Menurut Luki, peringatan itu dikeluarkan karena tanah yang digali untuk proyek basement masih mengeluarkan air, padahal seharusnya sudah tidak muncul.
"Ada beberapa temuan dan masukan pada bulan Februari dari tim pada saat menggali ground muncul air, yang harusnya tidak muncul air, dan ini sudah dilakukan beberapa langkah. Nanti kita dalami lagi bersama saksi ahli," terangnya.
Luki mengatakan proyek basement mempunyai ukuran luas 70x70 meter persegi. Progres proyek ini baru berjalan 11%. Kedalaman yang digali sampai saat ini adalah 11 meter dari kedalaman 19 meter yang direncanakan.
"Bahwa ada yang bekerja sebanyak 29 orang. Tadi malam ada 6 orang yang masih bekerja," kata Luki.
Saat ditanya terkait kemungkinan ditemukannya rongga di di bawah Jalan Gubeng, Luki menyampaikan hal itu akan diserahkan kepada tim ahli.
"Nanti kita akan libatkan BPPT, ITS, ahli geologi, labfor Mabes Polri, kita akan panggil semuanya. Kita akan rembukan untuk mengetahui hasilnya," ujar jenderal bintang dua ini.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan hasil Labfor sebagai bahan penyelidikan yang akan dicocokkan dengan pemeriksaan saksi yang berkaitan dengan insiden ini. "Penyelidikan tanah ambles menunggu hasil di lapangan oleh Tim Labfor," ujar Barung dikonfirmasi terpisah, kemarin.
Mengenai saksi yang diperksa, Barung mengatakan dua diantaranya karyawan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. "Bukan hanya kontraktor, pekerja dan pengawas lapangan juga diperiksa, sudah ada 11 kemungkinan bertambah sesuai kebutuhan penyelidikan," ungkapnya.
Selain itu, polisi memeriksa saksi dan dokumen sebagai bahan penyelidikan penanganan insiden jalan ambles. Pihaknya juga berkoordinasi bersama dinas terkait agar mematikan aliran listrik, PDAM dan saluran air supaya tidak memicu ambles susulan.
"Penanganan masih periksa saksi-saksi lebih lanjut akan kami update perkembangannya," pungkasnya. n

Berita Populer