•   Senin, 17 Februari 2020
Peristiwa Hukum

Polemic Pencoretan Atlet SA Berujung Mediasi

( words)
Proses mediasi antara Pelatih Senam Nasional Indra Sibarani dengan keluarga SA di hotel Grand Surya, Kediri pada Minggu (15/12) malam


SURABAYAPAGI.COM, Kediri –Perkembangan kasus polemic pemecatan atlet SEA Games terkait isu keperawanan berujung pada mediasi. Pelatih senam nasional Indra Sibarani meminta maaf kepada keluarga SA atas apa yang telah terjadi.

Permintaan maaf tersebut disampaikan saat mediasi dilakukan dengan pihak keluarga di Hotel Grand Surya kota Kediri pada Minggu (15/12) malam.

Indra Sibarani datang ke Kota Kediri bersama Tim Pelatih Puslatda Jawa Timur. Mereka bertemu dengan kedua orang tua SA yang didampingi tim penasihat hukumnya. Dalam pertemuan tertutup tersebut berlangsung mediasi penyelesaian kasus tersebut.

Dalam pertemuan tertutup itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengakihiri polemic soal keperawanan yang menyertai pencoretan SA dari dari pelatnas SEA Games 2019 lalu.

“Kepada bapak dan ibu orang tua SA lepas dari persoalan yang terjadi, kami ingin kembali menyambung silaturahmi. Semua permasalahan yang terjadi, menjadi sebuah pengalaman bagi kita semua. Kami sebagai orang tuanya disana, datang kesini untuk meminta maaf. Atas terjadi permasalahan itu,” kata Indra.

Selain meminta maaf, Indra dan tim pelatih bersepakat untuk kembali membimbing atlet peraih 49 medali tersebut yang saat ini diproyeksikan dalam Pekan Olahraga Provinsi di Papua pada September 2020 mendatang.

“Selanjutnya menjadi tanggung jawab kami agar SA tetap berprestasi, bisa tampil lagi di PON 2020. Harapannya, bapak ibu bisa mendorong agar selalu berprestasi. Jangka panjang SA ini sudah berada di bimbingan dari kelas 4 SD. Rasa sayang kami begitu besar. Kami akan tetap membimbing bersama pelatih sebaik baiknya,” janjinya.

Sementara kuasa hukum keluarga keluarga SA, Imam Mohklas, mengatakan sepakat dengan penyelesaian polemik secara kekeluargaan. Dengan mengesampingkan benar atau salah, mereka berharap tak ada lagi riak riak yang dikhawatirkan akan mengganggu kondisi SA yang kini mulai bangkit.

Alhamdulillah permasalahan itu selesai dengan mediasi. Kami mewakili pihak keluarga menerima permohonan maaf daripada pelatih. Prinsipnya keluarga tetap SA bisa mewakili Jawa Timur di PON 2020. Pertemuan hari ini, saya sampaikan, sebelumnya kita berkoodinasi dengan bapak Wali Kota Kediri, Ketua KONI Jawa Timur dan Sesmenpora, yang mendukung upaya penyelesaian yang dilakukan pihak keluarga. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa,” ucapnya.

Berita Populer