Polisi Salurkan Sembako untuk Warga Surabaya Terdampak Pandemi

Surabaya, SURABAYAPAGI.com -Mabes Polri turut membantu meringankan beban masyarakat khususnya pekerja informal, pekerja harian seperti supir truk, supir angkot supir taksi yang mengalami dampak paling signifikan imbas wabah Virus Corona atau Covid-19. Bantuan sosial itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Polsek Genteng Kota Surabaya menindak lanjuti perintah Polri untuk membagikan paket sembako secara dor to dor langsung ke rumah warga terpencil yang terdampak pandemi Covid-19 di kawasan Kelurahan Ketabang kecamatan Genteng Kanginan Surabaya Pusat, Jawa Timur, Jumat (15/5/2020).

Petugas Kepolisian tersebut berkeliling langsung ke beberapa titik lokasi kampung-kampung lokasi terpencil.

Pemberian sembako di beberapa titik wilayah Kpta Surabaya tersebut langsung dipimpin langsung oleh Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya Kompol Anggi Saputra Ibrahim.

Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya Kompol Anggi Saputra Ibrahim, mengatakan, pemberian paket sembako ini sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis kepada seluruh jajarannya di seluruh Indonesia untuk memberikan bantuan untuk warga terdampak wabah covid-19.

Pihaknya sebelumnya melakukan pendataan terlebih dahulu titik mana saja yang berhak memberikan bantuan.

Diketahui selain warga tak mampu yang terdampak langsung pandemi, terdapat juga warga Asli Surabaya yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Kita salurkan paket sembako ini kepada warga Surabaya menengah kebawah yang terdampak pandemi. Kita juga menelusuri daerah-daerah pelosok disudut kota" jelas Anggi kepada wartawan di sela-sela berkeliling membagikan bantuan.

Adapun beras yang dibagikan ke lima kelurahan sebanyak 350 kilo.

Sementara Dedy Setiawan (43) salah satu warga yang menerima bantuan tersebut mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Polri atas bantuannya.

"Baru kali ini kami menerima bantuan sembako, dari kemarin kemarin cuman didata saja oleh kecamatan tapi ya gitu ga ada sembako atau apa lah yang saya terima langsung" ujar bapak 4 anak tersebut.

"Istri saya Wandora (38) bekerja keliling dari kampung ke kampung untuk menjual susu botol kecil, anak saya empat, yang pertama usia 16 tahun sudah putus sekolah, sedangkan saya cuman clinging service yang di pecat karna pandemi ini" tutupnya.