Polresta Kediri Ambil Sampel Air Sumur Milik Warga yang Tercemar Limbah PG

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pasca tercemarnya air sumur milik warga akibat limbah Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Polresta Kediri menerjunkan Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk menyelidiki kasus tersebut. Sedikitnya ada 50 warga yang terdampak pencemaran ini.
Unit Pidsus Polresta Kediri mengambil sampel air dari sumur warga yang tercemar, untuk di uji di laboratorium kesehatan daerah. Selain air sumur, petugas juga mengambil air limbah sisa hasil produksi yang merembes ke sungai, setelah dilakukan penutupan oleh warga.
"Informasi masyarakat air tercemar kita tindaklanjuti. Sungainya sangat keruh dan baunya menyengat. Apalagi yang dekat dengan obyek, airnya sangat kental. Warga sangat resah. Dan kita masih melakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara usai memeriksa air sumur warga, Selasa (30/1/2018).
Penyelidikan yang dilakukan Unit Pindus untuk mencari titik sumber. Pasalnya, di sekitar sumur yang tercemar merupakan berlokasi dekat dengan PG Pesantren Baru, Kota Kediri. Tetapi polisi belum bisa memastikan penyebab pencemaran dari limbah pabrik atau dari unsur di dalam tanah.
"Akan kita cari titik sumber. Disini ada pabrik. Apakah dari pabrik atau dari air tanah mengandung unsur itu. Untuk melakukan penyelidikan," jelasnya.
Terkait air sumur yang tercemar berwarna kuning keruh dan berbau busuk, Ridwan mengimbau agar tidak dikonsumsi dulu. Sembari menunggu hasil uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan di dalamnya.
Puluhan kepala keluarga (KK) di Kota Kediri mengalami krisis air bersih. Menyusul, sumur mereka tercemar limbah yang diduga berasal dari Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru.
Warga terdampak ini tinggal di Lingkungan Majekan RT 27 RW 5, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Mereka sudah tidak dapat mandi maupun mengkonsumsi dari air sumur selama dua minggu terakhir ini.
Air sumur berubah warna menjadi kuning dan keruh serta berbau busuk. Tak hanya sumur di permukiman warga saja, tetapi di tempat ibadah gereja juga tidak luput dari pencemaran ini.
Warga terpaksa membeli air mineral dari toko untuk konsumsi sehari-hari serta meminta air dari PDAM untuk keperluan mandi dan mencuci dari para tetangga. Pasalnya, air sumur yang berubah warna dan bau busuk tersebut berakibat gatal apabila mengenai kulit. Can