•   Senin, 24 Februari 2020
Sportainment

PON XX 2020 Tidak Hanya di Papua, Ini Provinsinya

( words)
Menpora Zainudin Amali. SP/Kal


SURABAYAPAGI.COM,Jakarta – Penyesalan Jatimatas pencoretan 11 cabor yang berpotensi menghilangkan medali emas. Pasalnya, ke-11 cabor itu merupakan cabor andalan Jatim menerima emas terlebih venue PON ini merupakan venue besar dan membanggakan.

Alhasil, atas penyesalan itu, KONI Jatim berbondong-bondong mengajukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2007 yang menyebut PON harus dilaksanakan di satu provinsi. Menpora Zainudin Amali menyebut bahwa pengajuan revisi PP sudah ditandatangani oleh pejabat terkait dan disetor ke Sekretariat Negara. Tinggal menunggu respons Presiden Joko Widodo.

"Kalau PP itu sudah direvisi, maka memungkinkan PON dilaksanakan di lebih dari satu provinsi,’’ ungkap Amali setelah bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan KONI Pusat di Kemenpora, kemarin (21/1).

’’Gubernur (Lukas) sudah menyampaikan oke, tidak ada masalah. Itu tetap menjadi bagian dari PON Papua. Hanya saja kami belum memutuskan siapa tuan rumahnya, karena kami akan pertimbangkan berbagai hal," lanjut Amali.

Sebelumnya, Jawa Timur menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah baru bagi cabor-cabor tersebut.

Hal itu mengemuka dalam rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo, Kemenpora, KONI Pusat, dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal Jumat lalu (17/1). Namun, itu belum pasti. Baru salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan.

’’Pada prinsipnya, kami siap jika ditunjuk dan dipercaya sebagai tuan rumah,’’ ucap Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil saat dihubungi kemarin (20/1). ’’Ini bukan sekadar kepercayaan, tetapi juga amanah untuk melaksanakan pengembangan olahraga di Indonesia. Sebab, ketika tidak diadakan di PON, cabor itu bakal vakum,’’ lanjut dia.

Namun perlu diingat, bahwa menjadi tuan rumah PON harus memenuhi beberapa syarat. pertama, pemerintah mengubah Peraturan Pemerintah No.17 tahun 2007 pasal 12 ayat 3, agar menteri dapat menetapkan satu atau lebih pemerintah provinsi sebagai tuan rumah pelaksana PON. Yang kedua, menetapnya tuan rumah yang mampu memenuhi dua syarat.

"Tentunya, tuan rumah terpilih yang memiliki venue siap pakai, sehingga kita tak perlu membangun lagi," kata Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (21/1/2020).

"Kemudian, ketersediaan anggaran dari daerah itu untuk menyelenggarakan pertandingan 10 cabor yang semula direncanakan di Papua, kami gelar di Provinsi lain menjadi satu bagian dari PON," dia menjelaskan.

Sampai berita ini diturunkan, Jawa Timur disebut-sebut siap untuk menjadi tuan rumah pendamping PON Papua.

Berita Populer