•   Kamis, 9 April 2020
Pilpres 2019

Poster “Raja Jokowi” Kegagalan Pendidikan Politik

( words)
Habiburokhman. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman kembali menyoroti fenomena poster ’Raja Jokowi’ yang memuat gambar Presiden Joko Widodo bermahkota bak raja. Habiburokhman mengatakan, poster ’Raja Jokowi’ merupakan gambaran gagalnya pendidikan politik. Apa maksudnya?
"Munculnya kasus poster ’Jokowi Raja’ adalah potret kegagalan pendidikan politik baik di level elite maupun grassroots," buka Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (18/11/2018).
Habiburokhman mengkritik sikap elite partai yang belum meminta maaf terkait tuduhan soal pelaku poster ’Raja Jokowi’. Untuk diketahui, Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) mengaku memasang poster ’Raja Jokowi’ di daerah Banyumas. Mereka juga mengaku mendukung Jokowi. Namun, siapa pemasok dan pembuat poster itu masih misteri.
"Di level elite mereka yang sebelumnya melemparkan tuduhan tanpa dasar bahwa pemasang poster tersebut adalah kubu yang ’anti-Jokowi Presiden’ telah gagal menunjukkan sikap kesatria dan menjaga adab politik. Ketika diakui pemasang adalah pendukung Jokowi dua periode, sepertinya mereka tidak merasa malu dan tidak berkenan meminta maaf kepada publik," ucap Habiburokhman.
Di level akar rumput, lanjut dia, para pelaku di balik poster ’Raja Jokowi’ sepertinya tidak memahami sistem yang dianut Indonesia dalam bernegara, yaitu demokrasi konstitusional. Indonesia bukan kerajaan, sehingga, kata Habiburokhman, poster tersebut tidak tepat. Jk

Berita Populer