PPh Turun, Pasokan Hunian Mewah Bangkit

SURABAYAPAGI, Surabaya – Kota-kota besar di Indonesia diperkirakan merasakan dampak paling besar atas pergerakan kembali pembangunan apartemen mewah.
Selain pelonggaran PPnBM untuk batas atas harga jual naik menjadi Rp 30 miliar, tarif PPh Pasal 22 juga turun dari 5 persen menjadi 1 persen.
Segmen pasar memang tidak besar sehingga tidak semua wilayah berpotensi untuk dikembangkan sebagai hunian mewah di atas Rp 5 miliar.
Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk. Tulus Santoso mengatakan, pasokan landbank perusahaan yang potensial untuk dikembangkan sebagai hunian mewah di antaranya Jakarta, Surabaya dan Makassar.
Tulus menyebutkan, perusahaan memang memiliki produk-produk besar yang tengah berjalan dan berpotensi untuk digenjot penjualannya.
Namun, Ciputra belum akan memperkenalkan proyek baru di atas Rp 5 miliar dalam waktu dekat kendati relaksasi berjalan. Ciputra masih mengkaji besarnya potensi penyerapan.
“Saat ini kami memiliki landbank untuk proyek hunian kelas atas tetapi utilisasinya masih 40 persen. Ke-depannya kalau kami melihat ternyata demand-nya ada, kami bisa utilisasi lahan yang dikembangkan untuk hunian mewah sampai 100 persen,” jelasnya.
Ada beberapa pajak yang akan dikenakan baik kepada penjual atau pembeli properti, seperti BPHTB, PPn, PPh, PPB, hingga PPnBM. Sby