Pria Ini Jadi Miliarder Termuda dan Orang Kaya Ketiga Dunia

Colin Zheng Huang

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ditengah pandemic Covid-19, banyak orang mengeluh karena kehilangan separuh nafas untuk menyambung hidup.

Namun tidak dengan satu pria asal China ini. Dengan berbekal ijazah Ilmu Komputer, dan kecermatan mengambil peluang. Pemuda berusia 40 tahun, Colin Huang, tengah jadi sorotan karena berhasil mengumpulkan kekayaan sejumlah US$ 35,6 miliar atau setara Rp 526 triliun ditengah pandemic.

Dengan harta sebanyak itu, Colin duduk di peringkat orang terkaya ketiga di dunia, bersiap untuk menyalip Jack Ma yang ada di posisi kedua dengan kekayaan US$ 41,3 miliar atau setara Rp 611 triliun.

Mengutip Forbes, jumlah kekayaan Colin mencapai US$ 35,6 miliar atau setara dengan Rp 526,88 triliun (kurs Rp 14.800/US$). Setelah kenaikan harga sahamnya sebesar 14,5% pada Jumat lalu.

Saham Pinduoduo meroket selama dua bulan terakhir karena meningkatnya permintaan untuk belanja online selama pandemi Corona. Berdasarkan laporan pendapatan perusahaan, pembeli aktif dalam 12 bulan yang berakhir 31 Maret 2020 naik menjadi 628 juta orang, dari 443 juta orang tahun lalu. Rata-rata pengeluaran per pembeli juga meningkat 47% menjadi US$ 260.

Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$ 923,8 juta pada kuartal pertama, naik 44% dari periode yang sama pada tahun 2019. Kerugian bersihnya juga melebar menjadi US$ 582 juta, naik sekitar 120% dari tahun sebelumnya.

"COVID-19 telah mengubah cara kita hidup, bekerja dan bermain. Ini telah menekan perubahan perilaku selama bertahun-tahun dan mempercepat adopsi perdagangan online pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Huang dilansir dari Forbes, Selasa (2/6/2020).

Sekadar informasi, Huang merupakan pria jurusan ilmu komputer yang menyandang gelar master dari University of Wisconsin di Madison. Dia pernah magang di Microsoft saat menjadi mahasiswa dan memutuskan untuk bekerja di Google setelah lulus pada 2004.

Kemudian dia memutuskan untuk berdiri sendiri, dengan mendirikan perusahaan game online Xinyoudi dan platform e-commerce Ouku.com sebelum menjadi besar dengan Pinduoduo.