•   Selasa, 22 Oktober 2019
Bisnis Makro

Produksi B20, Pertamina Kekurangan Minyak Sawit

( words)
Pekerja melakukan proses pengisian Biodiesel 20 Persen (B20) ke truk tanki di TBBM Kabil, Batam, Kepulauan Riau


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - PT Pertamina mengungkapkan, masih kekurangan pasokan Fatty Acid Methyl Ester atau FAME atau minyak kelapa sawit dari Badan Usaha yang memproduksi Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk dicampur dengan bahan bakar solar 20 persen.
Padahal, 112 terminal bahan bakar minyak (BBM) atau TBBM nya telah siap mengolah minyak sawit untuk dicampur ke BBM jenis solar. Kebijakan itu guna mendukung penerapan kebijakan mandatory biodisel 20 atau B20 dan menyalurkannya kepada masyarakat.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dari 112 terminal BBM baru 69 terminal yang sudah menerima penyaluran FAME. Sementara, sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.
"Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat 21 September 2018. Di lain pihak, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menjelaskan, keberhasilan Pertamina untuk mendukung program pemerintah tersebut memang sangat bergantung keberlanjutan suplai FAME dari para produsen.
Dia mencontohkan, terminal BBM Plumpang di Jakarta sepanjang 15-20 September 2018 tidak bisa optimal memproduksi B20 karena kekurangan pasokan dari produsen FAME. Sedangkan, Pertamina tetap harus memproduksi BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pertamina punya 112 terminal BBM, kami siap semua untuk mengolahnya sepanjang suplai ada dari mitra yang produksi FAME. Begitu FAME datang bisa langsung kami di-blending dan jual," tegasnya.

Berita Populer