•   Sabtu, 4 April 2020
Skandal Bisnis Korporasi

Proyek Ratusan Miliar tak Rampung, Kontraktor Bakal Diblack List

( words)
Proyek proyek saluran diversi atau box culvert di Banjar Sugihan baru dikerjakan 30-40 persen. Jika tak selesai, Surabaya Barat bakal banjir lagi.


Farid Akbar-Alqomar,
Wartawan Surabaya Pagi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Belum selesainya proyek pengendalian banjir di Surabaya, membuat anggota DPRD geram. Apalagi proyek vital ini menyedot dana APBD 2019 ratusan miliar. Wakil rakyat ini pun meminta Pemkot Surabaya mem-black list kontraktor yang mengerjakan proyek tak tidak tepat waktu itu. Sedang waktu pengerjaan tinggal sebulan lagi. Musim hujan pun segera datang. Jika tidak berani mem-black list, justru menjadi tanda tanya.
----

“Selaku DPRD kita akan bertindak tegas pada kontraktor-kontraktor yangmokong. Jika belum selesai sampai akhir tahun ini, kita panggil. Kalau setelah dievaluasi ternyata ada ketidaksiapan menyelesaikan, maka kita minta untuk di-black list," tandas Buchori Imron, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya kepadaSurabaya Pagi, Kamis (28/11/2019).

Seperti pantauanSurabaya Pagi, sejumlah proyek pengendalian banjir di kota Surabaya tak kunjung rampung. Sebut saja proyek saluranbox culvert di Banjar Sugihan-Sememi dan revitalisasi sekitar kawasan Sungai Kali Lamong dan. Belum selesainya proyek ini, Surabaya Barat kembali terancam tenggelam seperti tahun lalu. Begitu juga di kawasan Surabaya Utara, lantaran proyek pintu air Petekan, juga belum tuntas. Progress pengerjaan proyek itu, baru 30-40 persen.

Informasi di LPSE menyebutkan,box culvert atau saluran diversi di ruas jalan Banjar Sugihan-Sememi ini dianggarkan Rp 78 miliar. Pemenang tender proyek ini PT. Media Cipta Perkasa. Meski proyek dengan panjang 764 meter ini dikerjakan sejak April 2019 lalu, namun tak kunjung selesai.

Anggaran puluhan miliar juga diproyeksi untuk pengerjaan proyek pintu air di Petekan. Tahun lalu, proyek ini tak selesai hingga tender ulang. Tahun ini dianggarkan Rp 45 miliar dengan pemenang lelang PT Ganesha Jaya. Harusnya proyek pintu air rampung akhir tahun ini. Namun nyatanya, hingga akhir November tak kunjung tuntas.


Image

Menurut Buchori, proyek pintu air di Petekan dan box culvert itu proyek besar dan vital. Jika tidak selesai tepat waktu, dampaknya besar. Sebab, masyarakat Surabaya akan menghadapi banjir lagi. Terutama di Surabaya barat dan utara. Sementara hujan diperkirakan mulai inten pada Desember nanti.

Disinggung proyek pintu air Petekan yang masih terkendala perijinan dari Pelindo III dan Lantamal, Buchori menegaskan bahwa masalah itu sudahclear. Menurutnya, kini tinggal tugas kontraktor untuk menyelesaikan proyek itu tepat waktu.

"Sudah selesai semua, sudah dikoordinasikan. Sekarang kontraktornya apakah bisa menyelesaikan tepat waktu atau tidak," papar satu-satunya politisi PPP yang menjadi anggota DPRD Surabaya dua periode ini.

Dalam waktu dekat, masih kata Buchori, Komisi akan berkoordinasi lagi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) untuk evaluasi lagi, yang dilanjutkan dengan sidak ke lokasi proyek. "Segera kita koordinasi dengan PU, kira-kira setelah tanggal 15 sampai 20-an kita sidak," tegasnya.

Kata Budhori, dari evaluasi bulan lalu dengan DPUBMP, serapan anggarannya sudah lumayan, di kisaran 50 persen. "Kita sudah evaluasi, serapan anggaran sudah 52 persen. Harusnya akhir tahun bisa 90%, yang artinya proyek-proyek itu bisa selesai," ungkapnya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya mengklaim lebih siap menghadapi ancaman banjir. Genangan air yang biasanya selama ini berkepanjangan telah direspon dengan proyek drainase dan saluran box culvert menyeluruh di hampir wilayah Surabaya. Selain itu, ada 70-an pompa air yang siap dioperasikan. 26 diantaranya pompa air baru.

"Kami sudah berusaha maksimal. Termasuk kesiapan mengoperasikan 26 unit pompa air baru," kata WaliKota Surabaya, Tri Rismaharini.

Rata-rata pompa baru itu berkapasitas 3 meter kubik per detik. Dua kali lipat dari kekuatan pompa lama. Bahkan rencananya, semua pompa yang ada, kekuatannya akan disamakan dengan pompa baru. Rumah-rumah pompa itu juga dilengkapi genset.

Risma menyebut saat ini total ada 70 rumah pompa yang siap beroperasi. Lokasinya tersebar di semua titik rawan genangan dan semua saluran air di Surabaya. Masing-masing rumah pompa terdapat empat pompa air.

Risma menandaskan, semua proyek saluran di Surabaya sudah tuntas. Kecuali wilayah Surabaya Barat yang menyisakanbox culvert Manukan (Banjar Sugihan). Khusus titik ini, Risma mendesak agar pelaksana proyek menyelesaikan target mereka.

"Kami sudah perlebar saluran di bawah pedestrian. Selain itu pengerukan saluran juga telah dilakukan sehingga yakin tak ada banjir. Kami sudah berusaha maksimal," papar Risma.

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga menggunakan cara lain untuk menampung air. Tidak hanya membuang air dengan pompa air. Namun menampung air baik dengan membangun bozem maupun penampungan air di hutan kota. "Kami juga membongkar pedestrian di Bambu Runcing Jl Pangsud dari aspal menjadi paving berongga. Ini bisa menampung air hujan dan tidak menggenang," pungkasnya.n

Berita Populer