•   Rabu, 26 Februari 2020
Bisnis Makro

PT. IPPS, Distributor Alat Berat Optimis Kuasai Pasar Jawa

( words)
Managing Director IPPS George Setiadi (ketiga kiri), Direktur PT Intraco Penta Tbk Moh Effendi Ibnoe (kanan), CST Direktor Erwin Kurniawan (kiri) dan HE Director IPPS Guntur Haludin (kedua kanan) serta pelanggan saling berbincang saat pembukaan cabang bar


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) membuka cabang pertamanya di pulau Jawa. IPPS memilih kota Surabaya sebagai kantor marketing mereka. Kantor marketing yang terletak dijalan Jemursari 175 Surabaya itu dilaunching, Jumat (25/1) sore.

George Setiadi, Manager Director PT IPPS menyebut, jika pangsa pasar pulau Jawa cukup besar peluangnya, setelah pihaknya sukses membangun bisnis penyedia alat berat di Kalimantan dan Sulawesi.

"Ini merupakan pengembangan bisnis kami dalam bidang penyedia alat berat untuk kebutuhan tambang dan konstruksi. Setelah Kalimantan dan Sulawesi, kami memilih Surabaya sebagai kantor cabang pertama di pulau Jawa," kata George.

Meski kebanyakan pelanggan IPPS adalah pengusaha tambang, George tak surut untuk membuka kantor pemasaran untuk covergae area Jawa. Sebab, di Jawa, pembangunan luar biasa terjadi sangat pesat.

"Memang pelanggan setia kami kebanyakan untuk usaha tambang, kita tahu di Kalimantan, Sulawesi sangat besar jumlah area pertambangan. Tapi kami melihat di Jawa itu pembangunannya cukup masif, tentu kami akan sangat senang melayani kebutuhan alat berat untuk pembangunan infrastruktur," tambahnya.

Saat ini, PT IPPS menggandeng produsen alat berat dari beberapa negara di Eropa. Salah satunya adalah produsen alat berat asal Polandia, Dressta.

"Salah satu produk alat berat yang kami datangkan adalah merek Dressta dari Polandia. Ratusan unit sudah keluar di Kalimantan dan Sulawesi, alat ini bisa sangat tahan terhadap cara kerja pertambangan yang hampir 24 jam kerja. Sejauh ini tidak ada kendala dan sangat minim error machine," tandasnya.

Ditarget, IPPS akan menguasai 30 persen pangda pasar di Jawa untuk kebutuhan alat berat.

Berita Populer