Radja Lan Keris, Jadi Topik Tugas Akhir Mahasiswa UK Petra di Korsel

Nicholas Ariel, salah satu mahasiswa IPDM UK Petra.SP/BYTA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Lima mahasiswa lulusan pertama (angkatan 2016) International Program in Digital Media (IPDM) UK Petra menuntaskan studinya dan mendapatkan dua gelar sekaligus.

Bahkan salah seorang diantaranya mendapatkan predikat lulusan terbaik. Mereka adalah Clarissa Adi Guna, Debora Christy, Ellysia Tirza, Nicholas Ariel dan Yobelin. Kelima mahasiswa ini menempuh kuliahnya di dua negara yaitu Indonesia, UK Petra dan Korea Selatan, Dong Seo University. Mereka mendapatkan gelar ganda yaitu S.Ds. (Sarjana Desain) dan B.Sc. (Bachelor of Science).

Nicholas Ariel, salah satu mahasiswa IPDM UK Petra yang meraih predikat lulusan terbaik merasa bahagia bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Radja Lan Keris, merupakan nama video game bertemakan mitos legenda horor Indonesia. Video game ini berkisah mengenai seorang hero yang berjuang memperoleh senjata sakti. Terinspirasi dari cerita tradisional tentang legenda calon arang. Legenda ini merupakan cerita rakyat yang terkenal dari Jawa dan Bali pada abad ke-12. Sang hero harus melawan kekuatan nenek sihir yang jahat.

"Saya merasa bangga menjadi lulusan terbaik apalagi sebagai angkatan pertama program IPDM UK Petra ini. Kami juga sengaja mengambil ini karena kami ingin mempromosikan kultur negara Indonesia kepada orang-orang Korea dengan cara yang menyenangkan dengan bermain video game. Tugas Akhir ini kami kerjakan secara berkelompok. Tidak semuanya berasal dai mahasiswa UK Petra," ungkap Nicholas selaku ketua tim.

Dalam pembuatan video game ini ada tiga proses (stage) yang harus dilewati yaitu, pre production, production dan post production. Pre production adalah mendesign segala sesuatu tentang game tersebut.

Production merupakan produksi aset aset dalam game dan post production adalah dimana memberi berbagai macam sound, lighting, hingga menjadikan permainan yang indah dan seru.

"Ada banyak tantangan dalam mengerjakan TA ini. Sebenarnya kami mulai sejak semester 6 akan tetapi akhirnya bubar dan memulai dengan tim yang baru sehingga resmi memulai TA ini pada semester 7," terangnya.

Tak hanya itu, ada keunikan tersendiri dalam cara bermainnya, para pemain dibuat kebingungan karena dunianya akan terlihat sama dan berputar  putar, selain itu pemain juga akan dikejar oleh mahkluk dalam area tertentu, dan untuk menghindarinya para pemain dianjurkan untuk tutup mata.

"Pengalaman ini menjadi pengalaman berharga khususnya saat mengerjakan TA video game di saat pandemi. Kami kerja bareng meski terpisah jarak. TA kami langsung diuji oleh para dosen di Dong Seo University, Korea Selatan. Kuliah di IPDM UK Petra dan membuat saya menjadi seorang perancang digital yang mapan khususnya pengetahuan dalam industri animasi game, animasi digital dan audio visual," pungkas Nicholas. Byt