•   Rabu, 1 April 2020
Peristiwa Politik

Rakor Evaluasi Pemilu, Ketua Bawaslu ’Ngudo Roso’ ke Peserta

( words)
Ketua Bawaslu Lamongan Mitahul Badar, memberikan penghargaan kepada PWI Lamongan yang sudah ikut andil dalam menciptakan pemilu damai dan kondusif di Lamongan. Penghargaan diterima langsung oleh ketua PWI Bachtiar Febrianto. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan, Miftahul Badar mengaku sebagai penyelenggara pemilu mau KPU maupun Bawaslu harus siap segalanya, terutama mental.

Karena tidak sedikit dalam bekerja mendapat cacian dari oknum yang tidak puas dengan regulasi yang diterapkan, atau mereka yang gagal melenggang menjadi anggota dewan.

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lamongan bersama Mitra Kerja Bawaslu di Grand Hotel Mahkota Selasa (19/11/2019).

Disebutkan olehnya, menjadi penyelenggara pemilu kalau berhasil dan sukses belum tentu mendapatkan apresiasi dari orang-orang yang berkepentingan. Sebaliknya, kata Badar kalau penyelenggara pemilu kalau sedikit saja melakukan kesalahan rasanya jadi bulan-bulan bully.

"Tidak sedikit cemoo bully yang didapat oleh teman-teman Bawaslu, lebih-lebih pada teman-teman yang mencalegkan tapi tidak berhasil melenggang ke kursi DPRD," Kata Badar seperti curhat ke peserta yang juga dihadiri oleh Wabup dan Kajari ini.

Tidak hanya itu, meski penyelenggara pemilu sudah berhasil menggelar pemilu dengan damai, mengantarkan 50 anggota DPRD Lamongan menuju kursi Dewan, dan mengantarkan Presiden dan Wakil Presiden sampai dilantik, juga tidak ada apresiasi apapun dari teman-teman. "Yang sudah jadi anggota legislatif ya udah diam saja, tidak ada apresiasi apapun, berucap terima kasih saja tidak," kritik Badar menegaskan.

Hal yang demikian ini, ia berharap tidak terjadi pada pemilihan bupati dan wakil bupati pada 2020 mendatang. "Saya berharap pada Pilkada 2020 mendatang semuanya saja harus proposional dan profesional dalam memberikan penilaian kinerja Bawaslu, tentu kami tidak bisa memberikan service sesuai dengan keinginan peserta yang menyalahi regulasi, karena regulasi menjadi pedoman kita melangkah," ungkapnya.

Secara umum kata Badar, penyelenggaraan pemilu di Lamongan berjalan cukup kondusif. Kalau ada ketegangan awal dalam hal jumlah pemilih untuk mensingkronkan antara tim sukses dengan data yang Bawaslu yang ia punyai, itu sudah menjadi hal yang biasa. "Secara umum Pemilu di Lamongan berlangsung cukup damai kondusif, dan saya berharap Pilkada mendatang juga sama bisa berjalan damai dan kondusif," harapnya.

Kartika Hidayati Wakil Bupati Lamongan dalam kesempatan itu menyampaikan, apresiasi kepada Bawaslu yang ikut andil dalam mengawal pelaksanaan pemilu yang sudah berlangsung damai dan kondusif di Lamongan.

Kedepan ajak masyarakat untuk meninkatkan kesadaranya dalam berpolitik, dengan ikut serta ramai-ramai menentukan pilihannya, bukan appreori. "Ini bagian tugas bersama yang harus mulai dilakukan sosialisasi, agar masyarakat tidak appreori dengan pilihan pilihan," pesan Kartika.jir

Berita Populer