•   Jumat, 10 April 2020
SGML

Ratusan Babinsa Disuluh Cara Pemupukan dan Budidaya Pertanian

( words)
Ratusan Babinsa sedang mendapat pembekalan dari PG tata cara mengoptimalkan memupuk. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Karena ingin mendukung peran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam program ketahanan pangan nasional, PT Petrokimia Gresik (PG), memberikan sosialisasi pemupukan berimbang dan pengetahuan produk pupuk bersubsidi kepada Bintara Pembina Desa atau Babinsa.
Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, yaitu markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0725 Sragen, pada Selasa (16/1/2018) lalu dan Kodim 0726 Sukoharjo, Rabu (17/1/2018), Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi ini melibatkan 500 personil Babinsa, yaitu 300 personil Babinsa Kodim Sragen dan 200 personil Babinsa Kodim Sukoharjo.
General Manager Pemasaran dan Logistik PG Kadek Kerta Laksana menyatakan terdapat tiga materi yang disampaikan oleh anak perusahaan PT Pupuk Indonesia dalam sosialisasi ini. Pertama materi tentang pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi. Kedua, materi pengetahuan mengenai produk pupuk bersubsidi. Ketiga, materi mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi.
“Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi, akan mempermudah Babinsa dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani,” ujar Kadek.
Selain itu, lanjut Kadek, sosialisasi ini sekaligus memberikan pemahaman terhadap bentuk atau ciri fisik pupuk bersubsidi. Hal ini mengingat maraknya peredaran pupuk-pupuk yang kemasannya menyerupai produk PG, namun kualitasnya tidak terjamin.
“Oleh karena itu, personil Babinsa yang tersebar di desa-desa bisa ikut aktif mengawasi dan mendeteksi keberadaan produk-produk tersebut dan bisa mengedukasi petani di lapangan terkait kemasan produk asli pupuk bersubsidi,” tambah Kadek.
Lebih lanjut Kadek menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara PG dan TNI AD. Karena keduanya mempunyai tanggungjawab yang sama, yaitu mengawal ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, pemahaman terhadap pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya menjadi sangat penting bagi TNI AD.
“Bekal pengetahuan ini akan mengoptimalkan peran Babinsa dalam mengawal ketepatan penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan,” tutup Kadek. Mis

Berita Populer