Ratusan UMKM Terancam Gulung Tikar, Pemkot Bantu Pemberdayaan

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Ratusan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Mojokerto merasakan dampak dari pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan terancam gulung tikar.



Plt. Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan dari data IKM/UKM/UMKM bidang industri non agro Kota Mojokerto yang terdampak sebanyak 339.  Parahnya, sebanyak 145 pelaku IKM/UMKM dan 184 UKM ini mengalami kemerosotan omzet hingga 50 persen, bahkan ada beberapa IKM yg menurun hingga 100 persen.



"Penurunan omzet itu dikarenakan menurunnya permintaan masyarakat akibat imbauan pembatasan sosial dan fisik dari pemerintah & negara lain.” terangnya, Kamis (9/4/2020)


Mengingat selain melayani permintaan lokal, juga terdapat IKM yang melayani permintaan ekspor, yaitu sepatu, namun akibat terkendala wabah covid 19 permintaan menurun bahkan dibatalkan.



Ani menambahkan, pendapatan usaha UMKM merosot tajam gara-gara wabah ini, sehingga mereka kesulitan untuk membayar biaya operasional dan upah pekerja. 



"Saat ini para pelaku IKM dan UKM juga mengaku sulit memasarkan produk secara langsung. Untuk itu kami bersama-sama dengan Satgas Covid 19 Pemkot Mojokerto bidang Pemulihan & Pelayanan Dasar akan memfasilitasi pemasaran & meningkatkan promosi produk mereka," ujarnya.


Ani menegaskan, Pemkot menempuh dua cara untuk membantu meringankan persoalan tersebut. Diantaranya dengan memberdayakan keahlian mereka bahkan mengupayakan alih profesi antara lain melalui pelatihan pembuatan masker, hazmat, desinfektan/sanitizer & sield serta mengoptimalkan pemasaran secara online, baik produk dari pedagang yang ada di Pasar Tanjung maupun produk UKM/UMKM/IKM.


"Kemarin kita sudah melakukan pendataan jumlah penjahit sepatu, sandal dan tas yang terdampak di Kota Mojokerto. Mereka akan kita beri pekerjaan untuk menjahit masker dan APD lainnya.” terangnya.


Tak hanya itu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat juga telah melakukan pendataan sejumlah warung penjual nasi. 


"Rencananya kita akan pesan ribuan bungkus nasi setiap harinya untuk kepentingan konsumsi satgas gugus percepatan penanganan covid-19 yang tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan," tuturnya.


Dengan pemberdayaan secara langsung ini diharapkan dapat meringankan beban mereka. Sehingga mereka bisa mengatur kembali dan menata bisnis yang terpuruk karena Corona.


Selain itu, lanjut Ani, pihaknya akan memfasilitasi Belanja online dengan memanfaatkan jaringan facebook dan instagram. "Minggu depan pasar online ini sudah kita jalankan. Nantinya kita akan bantu memasarkan produk mereka melalui medsos. Disitu akan kita muat satu persatu produk beserta spesifikasi & jenis produk serta alamat dan kontak person penjualnya. Sehingga pembeli bisa langsung berinteraksi dengan penjualnya," terangnya.


Ia berharap, pembentukan pasar online ini bisa membantu mengangkat pendapatan para ojek online yang juga terdampak. "Jika tak bisa datang langsung, kita bisa bantu kirim dengan memanfaatkan layanan ojol. Kasihan mereka pendapatannya juga menurun drastis akibat kebijakan tak boleh angkut penumpang, di sisi lain Social Distancing & Phisycal Distancing tetap dapat dijaga.” pungkasnya. dwy