•   Kamis, 17 Oktober 2019
Kediri

Ratusan Warga Bersama DLHKP Kota Kediri Peringati HPSN 2019 di TPA Klotok

( words)
Kepala DLHKP Kota Kediri saat memberikan sambutan dalam peringatan HPSN 2019


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Ratusan warga bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri, Minggu (24/2/2019).
Sedikitnya 300 warga meliputi pelajar, kader bank sampah dan pemerhati lingkungan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan mengambil tema "Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai".
Mereka melakukan bersih-bersih sampah yang berceceran di jalanan menuju arah lokasi TPA Klotok. Selain bersih-bersih sampah, berbagai kegiatan digelar dalam acara tersebut. Diantaranya workshop pengolahan biopori sebagai komposter agitator dan fashion dengan baju hasil daur ulang sampah serta pameran hasil daur ulang.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur mengatakan, persoalan sampah sudah menjadi persoalan nasional. Menurutnya, di Indonesia kondisi sampah sudah menjadi perhatian khusus. Melalui peringatan HPSN 2019 ini, harapannya masyarakat dapat mencontoh aksi tersebut mulai dari lingkungannya masing-masing. "Di Indonesia ini sudah darurat sampah. Artinya kita harus melakukan langkah kongrit. Mari kita mulai sadar dalam membuang sampah dengan cara memilah. Melalui peringatan HPSN ini harapannya bisa menjadi contoh semuanya," ujarnya.
Menurutnya, langkah awal yakni Reuce, Reduce dan Recycle (R3) di masyarakat sangat membantu dalam menangani kondisi sampah saat ini. Pasalnya, kesadaran masyarakat di Kota Kediri dalam membuang sampah dengan benar masih rendah. "Kita sudah lakukan langkah R3 ini, namun masih belum maksimal. Kita harus bersama-sama melakukan revolusi mental. Minimal dari diri kita sendiri melakukan langkah itu," imbuhnya.
Saat ini rata-rata sekitar 125 ton perhari sampah di Kota Kediri masuk ke TPA Klotok. Sampah tersebut dihasilkan dari sampah rumah tangga, jalan, perkantoran hingga pabrik. Kondisi tersebut saat ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Kediri.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian kita semua. Pemerintah tidak ingin hanya memperluas lokasi TPA, namun masyarakat juga harus bisa merubah pola pikir dalam mengelola sampah," tegasnya.
Lanjut Didik, tahun ini DLHKP Kota Kediri juga membahas regulasi terkait penggunaan plastik di tingkat toko dan supermarket. Regulasi itu bakal dibuat untuk menekan adanya sampah plastik. Melalui "Saat ini masih kita bahas regulasinya. Rencananya nanti akan ada Perwali terkait penggunaan plastik di toko, supermarket maupun masyakarat," tandasnya. Can

Berita Populer